About Me

Foto saya
Saya berJiLbab,, Sopan,, Cuek,, Baik,,

Sabtu, 23 Februari 2013

FLASHDISK UNIK READY STOCK

AYoOOOOOoo di ORDER Teman - Teman.... 
*DI JUAL*

FLASHDISK UNIK,USB CARTUN


==== HARGA ====

FLASHDISK KUALITAS A :
FLASHDISK 4 GB A = Rp. 85.000,-
FLASHDISK 8 GB A = Rp. 105.000,-
FLASHDISK 16 GB A = Rp. 135.000,-
FLASHDISK 32 GB A = Rp. 230.000,-

CHIPSET A :
4 GB A = Rp. 60.000,-
8 GB A = Rp. 82.000,-
16 GB A = Rp. 108.000,-
32 GB A = Rp. 185.000,-

FLASHDISK KUALITAS AA :
FLASHDISK 4 GB AA = Rp. 95.000,-
FLASHDISK 8 GB AA = Rp. 120.000,-
FLASHDISK 16 GB AA = Rp. 178.000,-
FLASHDISK 32 GB AA = Rp. 325.000,-

CHIPSET AA :
4 GB AA = Rp. 80.000,-
8 GB AA = Rp. 95.000,-
16 GB AA = Rp. 146.000,-
32 GB AA = Rp. 298.000,-

*MODEL MASIH BANYAK, BILA MODEL YANG ANDA INGINKAN TIDAK TERSEDIA PADA GAMBAR, ANDA DAPAT LANGSUNG MENGHUBUNGI SAYA PADA NOMOR DIBAWAH*

JUAL JUGA FLASHDISK CARD 8 GB = Rp. 80.000
SPEAKER MONEY, SPEAKER COLA + KALENG, SPEAKER ROKOK, dan POWER BANK.

*TERIMA JUGA FD CARD UNTUK SOUVENIR PERNIKAHAN ATAU ULANG TAHUN*

***BERGARANSI, KUALITAS SANGAT TERJAMIN, BUKAN ABAL-ABAL***

#BUAT KAMU MINIMAL ORDER 3pcs DAPATKAN PULA POTONGAN HARGA = Rp. 5.000,- sampai Rp. 10.000,- PER ITEM#

#Jika Berminat Hubungi : 089692806902
#Pembayaran Transfer ke Bank : BRI/BCA
#Pengiriman Barang Via : JNE/TIKI

^_^ !!!!!..................BURUUUAAAN BELIII DAN MILIKI FLASDISK LUCU INI.............. !!!!! ^_^

==== HAPPY SHOPPING ====



Minat Hubungi :
089692806902

PenaMpakan :









BuRuuuuaann ORDER yaa Kawan..... !!!! :) 

Jumat, 18 Januari 2013

Penulisan Karya Ilmiah

Karya Ilmiah adalah hal yang sudah tidak asing lagi bagi kita yang telah duduk di bangku pendidikan. Karya ilmiah dalam dunia pendidikan adalah hal yang sangat penting dan merupakan modal utama dalam mencapai kelulusan bagi seorang mahasiswa. Pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) kita juga telah di ajarkan pemahaman atau dasar - dasar dalam penulisan karya ilmiah dan biasanya materi ini ada dalam pelajaran Bahasa Indonesia sedangkan pada tingkat perguruan tinggi kita yang dituntut untuk membuat sebuah Karya Ilmiah.

Pada penulisan Karya Ilmiah di tingkat perguruan tinggi masih sering kali mahasiswa merasa kesulitan karena masih kurangnya pemahaman dan mereka kesulitan untuk memulai sebuah tulisan atau bingung dalam menentukan judul penulisannya. Maka pada tulisan blog ini saya mencoba menjelaskan beberapa pemahaman dalam sebuah Karya Ilmiah.

Mariii Simaaaakk PenjeLasan Berikut ini................. ^_^

Pemahaman Karya Ilmiah

Bermacam-macam pemahaman atau definisi menurut para ilmuan mengenai karya ilmiah. Salah satu di antaranya adalah menurut Brotowidjoyo (1985:8-9), "Karya ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan tulisan menurut metodologi penulisan yang baik dan benar." Ciri khusu dari karya ilmiah, dikatakan pula, karya ilmiah harus ditulis secara jujur dan akurat berdasarkan kebenaran tanpa mengingat akibatnya. Kebenaran dalam karya ilmiah itu adalah kebenaran yang objektif-positif, sesuai dengan data dan fakta di lapangan, dan bukan kebenaran yang normatif.
Ada beberapa jenis karya ilmiah yang biasa dibuat. Selain makalah dan skripsi, kita sering juga mendengar nama lain seperti laporan penelitian, tesis, dan disertasi. Istilah-istilah itu dipakai untuk memberi nama suatu karya tulis yang bersifat ilmiah. Semua jenis karya ilmiah selalu menyajikan suatu hasil kegiatan penelitian tentang suatu pokok masalah berdasarkan data dan fakta di lapangan.
Perbedaan istilah-istilah karya ilmiah itu adalah sebagai berikut;
  1. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah biasanya disusun untuk melengkapi tugas-tugas ujian mata kuliah tertentu atau untuk memberikan saran pemecahan tentang suatu masalah secara ilmiah. Jika dilihat bentuknya, makalah adalah bentuk yang paling sederhana di antara karya tulis ilmiah lainnya dan biasanya tujuan utama makalah untuk diterbitkan dalam suatu majalah.
  2. Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung (observasi kepustakaan). Skripsi biasanya ditulis untuk melengkapi syarat dalam memperoleh gelar sarjana muda/diploma atau sarjana dan penyusunannya dibimbing oleh seorang dosen atau tim yang ditunjuk oleh suatu lembaga pendidikan tinggi.
  3. Tesis adalah karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi. Tesis akan mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri. Karya tulis ini akan membahas pengujian terhadap suatu hipotesis sehingga tesis itu lebih membahas suatu pernyataan atau teori yang didukung oleh sejumlah argumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
  4. Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang akurat dan analisis yang terinci. Disertasi ini berisi suatu temuan penulisan sendiri, yang berupa temuan sendiri atau asli.
Ciri - Ciri Karya Ilmiah 
 
Pada suatu tulisan karya ilmiah tentunya memiliki ciri atau kriteria khusus yang membedakannya dengan tulisan - tulisan lainnya. Ciri dari suatu karya ilmiah tidak semua masalah perlu disajikan dalam sebuah penelitian. Masalah yang di pilih harus memenuhi empat kriteria, yaitu ; harus sesuai dengan minat peneliti, harus dapat dilaksanakan, harus tersedia faktor pendukung dan harus bermanfaat (Arikunto, 1999:26). Penelitian tidak akan dapat dilaksanakan apabila faktor pendukungnya tidak memadai, misalnya literatur yang menunjang, dana, waktu, sarana dan prasarana serta lain sebagainnya.
Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulisan, serta penggunaan bahasa. Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan dan terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutupan merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulisan tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal memiliki syarat adanya abstrak. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku. 

Tahapan - Tahapan Penulisan Karya Ilmiah

 

Pada penulisan karya ilmiah tentunya tidak semudah kita membuat catatan harian. Karya ilmiah memiliki tahapan atau langkah - langkah sebelum memulainya. Berikut ini adalah beberapa tahapan dalam penulisan karya ilmiah yaitu; 

1. Tahap Persiapan  
  •  Pemilihan Masalah/Topik, mempertimbangkan :
    - Harus berada disekitar kita, - Harus topik paling menarik perhatian, - Terpusat pada segi lingkup yang sempit dan terbatas, - Memiliki data dan fakta yang objektif, - Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya, meski pun serba sedikit, - Harus memiliki sumber acuan atau bahan kepustakaan yang dijadikan referensi.
  •  Pembatasan Topik/Penentuan Judul : - Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah, - Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah atau setelah penulisan karya ilmiah selesai, - Penentuan judul karya ilmiah : pertanyaan yang mengandung unsur 4W+1H yaitu What (apa), Why (mengapa), When (kapan), Where (dimana) dan How (bagaimana).
  • Pembuatan Kerangka Karangan (outline) : - Membimbing penyusun karya ilmiah, - Pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam penganalisisannya, - Pembuatan rencana daftar isi karya ilmiah.    
2. Tahap Pengumpulan Data 
  • Pencarian keterangan dari bahan bacaan atau referensi.
  •  Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah.
  • Pengamatan langsung (observasi) ke objek yang akan diteliti.
  • Percobaan di laboratorium atau pengujian di lapangan.
3. Tahap Pengorganisasian dan Pengonsepan 
  • Pengelompokan bahan, untuk mengorganisasikan bagian mana yang didahulukan dan mana yang termasuk bagian akhir. Data yang sudah terkumpul diseleksi dan dikelompokan sesuai jenis, sifat atau bentuk.
  • Pengonsepan karya ilmiah dilakukan sesuaidengan urutan dalam kerangka karangan yang telah ditetapkan.  
3. Tahap Pemeriksaan atau Penyuntingan Konsep (editing)
     Bertujuan untuk : 
  • Melengkapi yang kurang
  • Membuang yang kurang relevan
  • Menghindari penyajian yang berulang-ulang atau tumpang tindih (overlapping)
  • Menghindari pemakaian bahasa yang kurang efektif, misalnya dalam penulisan dan pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf, maupun penerapan kaidah ejaan.
3. Tahap Penyajian
     Teknik penyajian karya ilmiah harus memperhatikan :
  • Segi kerapian dan kebersihan
  • Tata letak (layout) unsur-unsur dalam format karya ilmiah, misalnya halaman muka (cover), halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka dan lain sebagainya.
  • Standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, misalnya standar penulisan kutipan, catatan kaki  (foot note), daftar pustaka dan penggunaan bahasa indonesia sesuai EYD.
  • Bagian inti karya ilmiah :    
           1. Bagian Pendahuluan
               a. Latar Belakang dan Masalah
               b. Tujuan Pembahasan
               c. Ruang Lingkup atau Pembatasan Masalah
               d. Asumsi, Hipotesis dan Kerangka Teori
               e. Sumber data
               f. Metode dan Teknik
           2. Bagian Analisis atau Pembahasan
           3. Bagian Simpul dan Saran   

Pada kesimpulannya Karya ilmiah adalah  tulisan hasil berpikir ilmiah. Ciri-ciri karya ilmiah tersebut haruslah menarik, objektif, sistematis dan lugas. Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karya tulis adalah kita harus menentukan topik, tema, dan tujuan penulisan, kita dapat merumuskan judul penulisan, dapat menyusun kerangka karangan, mengumpulkan bahan atau data dari berbagai sumber bacaan, serta dapat mengembangkan karya tulis tersebut.



 Sumber :  
  1.  Prof. Dr. E., Arifin, Zaenal. Dasar-Dasar Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta : Penerbit Grasindo.
  2. Drs. Joko Untoro dan Tim Guru Indonesia (2011). Target Nilai Rapor 10 Kpuas Tuntas Habis Semua Pelajaran SMP/MTS IX. Jakarta : Penerbit PT Wahyumedia. 
  3. http://dya08webmaster.blog.com/2012/04/20/karya-ilmiah-ciri-ciri-macam-macam-sikap-ilmiah/
  4.  http://tikknara.blogspot.com/2011/03/tahapan-penulisan-karya-ilmiah.html 

Kamis, 03 Januari 2013

Jokowi Minta Tanggul Jebol Segera Diperbaiki


Keadaan cuaca saat ini cukup ekstrem dimana sering terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang sehingga banyak meninmbulkan masalah. Keadaan ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya adalah pada daerah Ibu Kota Jakarta, hal ini tentu membuat lumpuhnya segala aktivitas warga Jakarta karena hujan lebat tersebut menimbulkan banjir. Jakarta adalah kota besar yang sering mengalami masalah ke banjiran dan pada baru - baru ini tanggul di kelurahan Makasar jebol sehingga merendam pemukiman tempat tinggal para warga. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau tanggul yang jebol itu, beliau memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki tanggul saluran Kali Cipinang yang jebol pada Jumat (21/12) dinihari. Tak hanya memperbaiki tanggul yang jebol itu, beliau juga meminta PU untuk meninjau dan memperbaiki tanggul - tanggul dan saluran lainnya. Hal ini diharapkan tidak ada lagi tanggul seperti di kelurahan makasar. "Ya saya suruh cek semualah nanti. Semua tanggul jangan seperti tanggul tadi, nggak ada tulang, nggak ada rangka. Nanti diterjang air gampang sekali jebol," kata Jokowi.
Pada kesempatan tersebut, selain meninjau tanggul yang jebol, Jokowi yang tiba di GOR Makasar sekitar pukul 23.30 WIB, sempat berkunjung dan berdialog dengan warga yang mengungsi. Jokowi juga memberikan dua ton beras, dan uang tunai sebanyak Rp. 10 Juta agar dapat digunakan oleh para pengungsi. Wali kota Jakarta Timur HR Krisdianto yang mendampingi Jokowi meninjau tanggul jebol juga mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menanggulangi bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Makasar.

Daftar Pustaka :
Kompas, 22 Desember 2012. "Banjir di Kelurahan Makasar". Halaman 7.


Pada tulisan di atas merupakan penggunaan "Kutipan Tidak Langsung" karena penulis mengutip tulisan dengan cara meringkas dari sebuah surat kabar.

Senin, 31 Desember 2012

Pemahaman Abstrak, Kutipan dan Daftar Pustaka

Banyak sekali dari kita yang sering mengalami kesulitan dalam penyusunan suatu karya tulis baik berupa penulisan karya ilmiah maupun skripsi bagi para mahasiswa. Hal yang paling mendasar adalah dalam penulisan sebuah abstrak namun ada beberapa hal juga seperti membuat kutipan dari tulisan orang lain dan juga dalam pembuatan daftar pustaka. Maka dalam artikel ini saya akan mencoba memberikan penjelasan mengenai ketiga masalah tersebut.
Mari teman - teman kita Langsung saJa ya....  ^_^ 

Kita mulai dari "Abstrak" . . .
Abstrak merupakan uraian ringkas, cermat dan menyeluruh dari isi suatu karangan ilmiah. Maka untuk mendapatkan abstrak yang baik dan benar, kita harus memenuhi syarat - syarat berikut ini :

  1. Merupakan uraian ringkas, cermat dan menyeluruh sehingga mencerminkan keseluruhan isi judul. Abstrak dapat berdiri sendiri sebagai satu kesatuan yang utuh sehingga dapat dimuat dalam satu majalah yang khusus membuat abstrak.
  2. Tanpa adanya komentar dari pembuatnya di luar dari apa yang dikemukakan dalam karangan ilmiah.
  3. Dapat dikerjakan oleh orang lain, tetapi sebaiknya dibuat sendiri oleh penulis agar penulis lebih mudah memahami apa yang disajikan dalam karangan ilmiah tersebut.
  4. Abstrak terdapat di awal atau permulaan karangan ilmiah sehingga pembaca dapat mengetahui informasi yang disajikan dengan lebih mudah.
  5. Isi dari suatu abstrak sebaiknya jangan melebihi 250 kata atau sekitar 25 baris jika setiap baris terdiri atas 10 kata.
  6. Dalam abstrak tidak ada pergantian paragraf (tanpa adanya alinea baru).
  7. Huruf yang digunakan sebaiknya berbeda besarnya dengan huruf isi dari karangan ilmiah yang kita buat.
  8. Hindari pemakaian kalimat aktif dan lebih baik menggunakan kalimat pasif.
  9. Kepustakaan, singkatan, ilustrasi, grafik dan tabel tidak boleh di cantumkan dalam abstrak.
  10.  Di bawah abstrak sebaiknya dicantumkan kata-kata kunci (key words) sebanyak 3 hingga 10 kata yang kira-kira dapat dipakai untuk mengindeks karangan ilmiah kita dalam suatu deretan karangan ilmiah sejenis. Kata kunci (key words) adalah kata-kata yang penting dan paling menonjol dalam karangan ilmiah itu.
Jenis - Jenis Abstrak 
  1. Abstrak Indikatif (Abstrak Deskriptif)   : merupakan suatu abstrak yang tidak dapat berfungsi sebagai pengganti suatu karangan ilmiah secara lengkap dan utuh. Hal ini disebabkan terlalu banyak data dalam laporan sehingga tidak dapat diringkas menjadi 250 kata. 
  2. Abstrak Informatif     :  merupakan abstrak yang berisi informasi secara lengkap atau utuh sehingga pembaca tidak perlu membaca secara keseluruhan isi dari karangan ilmiah tersebut. Jenis abstrak ini biasanya sering digunakan dalam pembuatan skripsi oleh para mahasiswa.

Kita lanjutkan dengan "Kutipan" . . .
Kutipan adalah salinan kalimat, paragraf, atau pendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku, jurnal, baik yang melalui media cetak maupun elektronik. Kutipan juga ditulis untuk menegaskan isi uraian, memperkuat pembuktian, dan kejujuran menggunakan sumber penulis.

Pada artikel ini saya akan membahas mengenai kutipan yang disertai dengan catatan kaki dan kutipan tanpa catatan kaki. Kita ketahui pada pembuatan skripsi, thesis, disertasi, dan penulisan ilmiah pasti terdiri dari lebih 10 halaman. Maka kita sebaiknya menggunakan catatan kaki agar dapat menjelaskan kita telah mengutip kalimat tersebut.

Jenis Kutipan yang disertai Catatan Kaki
  1. Kutipan Langsung : Kutipan yang menyalin dengan sama persis dengan sumbernya tanpa ada perubahan.
  2. Kutipan Tidak Langsung : Kutipan yang menyadur, mengambil ide dari suatu sumber dan menuliskannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri. Cara menyadur ada dua macam yaitu  dengan cara meringkas dan cara ikhtisar.
Jenis Kutipan yang Tanpa disertai Catatan Kaki
Artikel dan makalah pendek yang tidak menggunakan catatan kaki dapat menggunakan data pustaka dalam teks. Data pustaka dalam teks digunakan dalam menuliskan karangan pendek, misalnya surat kabar. Data pustaka dapat diletakkan pada awal kutipan dan dapat pula pada akhir kutipan. Data pustaka yang dituliskan : pencipta ide, penulis buku, nama buku, tahun, dan halaman.


Kita lanjutkan dan sekaligus menjadi pembahasan yang terakhir adalah "Daftar Pustaka" . . .
Daftar Pustaka (Bibliografi) adalah daftar segala sumber bahan karangan yang telah digunakan dalam karangan ilmiah.

Fungsi Daftar Pustaka :
  1. untuk memberikan informasi, bahwa pernyataan dalam karangan itu bukan hasil pemikiran penulis sendiri, tapi hasil pemikiran orang lain.
  2. untuk memberikan informasi selengkapnya tentang sumber kutipan sehingga dapat dicek jika perlu.
  3. apabila pembaca ingin lebih mendalami pernyataan yang dikutipkan, dapat membaca sendiri buku/majalah yang menjadi sumber kutipan untuk penelusuran kepustakaan tersebut.
Pedoman dalam memilih dan menentukan sumber informasi yang akan dipakai serta dicantumkan dalam daftar pustaka adalah :
  1. Sumber bacaan harus mempunyai mutu yang baik dan sesuai dengan masalah yang dihadapi.
  2. Seringkali bahan bacaan yang diperoleh dan berhasil dikumpulkan mengemukakan pemikiran/pendapat/kesimpulan yang sama. Dalam hal ini pilih yang benar-benar baik..
  3. Usahakan selalu menggunakan bahan bacaan yang mutakhir.
Unsur - Unsur dalam Pembuatan Daftar Pustaka
Daftar pustaka yang lengkap dan baik harus mengandung tiga unsur utama yaitu : penulis, judul, dan fakta - fakta penerbitan.

Penulis
Penulis terdiri dari penulis pendamping, editor, badan/lembaga resmi.

Nama penulis terdiri dari 3 bagian, yaitu :
- Nama Sendiri 
- Nama Tengah
- Nama Keluarga

Judul
Judul mencakup judul beserta anak judul jika ada.

Fakta - Fakta Penerbitan
Fakta-fakta penerbitan mencakup: tempat dimana buku tersebut diterbitkan, nama penerbit, dan tahun penerbitan. Tempat penerbitan (kota) ditulis hanya satu kota tempat buku tersebut diterbitkan.

3 (Tiga) Cara dalam Penulisan Daftar Pustaka
  1. Cara Nama dan Tahun 
  2. Cara (Sistem) Kombinasi Abjad dan Nomor
  3. Sistem Nomor
Macam - Macam Daftar Pustaka
  1. Buku Dasar : yaitu buku yang digunakan sebagai dasar pembahasan yang menyangkut sistematika, pendekatan, maupun pembahasan.
  2. Buku Khusus : yaitu buku yang kita gunakan sebagai rujukan atau pelengkap buku dasar.
  3. Buku Pelengkap : yaitu buku - buku yang kita gunakan sebagai pelengkap pembahasan.
Nah,,, dari penjelasan abstrak, kutipan dan daftar pustaka di atas semoga membantu pemahaman pembaca ya... sekarang saya akan mencoba menerapkan penggunaan dari ketiga penjelasan tersebut. Tolong di siMakk ya... ^_^

Contoh Abstrak Indikatif :

AIDS DALAM PROFEKSI DOKTER GIGI

Dalam karangan ilmiah ini akan diketengahkan hal - hal mengenai ciri-ciri virus AIDS, cara penularan, cara pencegahan, prevalensi dan distribusi virus dalam profesi dokter gigi. Dengan informasi baru ini diharapkan, para dokter gigi akan dapat memahami resiko tertular, menulari atau pun sebagai sumber penyebaran virus tersebut.

Contoh Abstrak Informatif :

Infeksi cacing usus masih umum dijumpai di Indonesia

Untuk mengetahui prevalensi penyakit tersebut dan pengaruhnya terhadap kesehatan, dilakukan pemeriksaan tinja dan hemoglobin (Hb) 131 orang karyawan suatu industri dan 83 orang karyawan suatu bank di Medan. Pemeriksaan tinja dilakukan dengan metoda Kato, pengukuran Hb dengan cara Sahli. Prevalensi Ascaris lumbricoides, cacing tambang, dan Trichuris trichiura lebih tinggi di kalangan karyawan industri daripada karyawan bank, berurut masing-masing 46%, 20%, dan 65% dibandingkan 31%, 2% dan 40%. Perbedaan itu secara statistik bermakna (P+ 40,05, < 0,01, dan < 0,001). Tetapi prevalensi infeksi campuran Ascaris dan Trichiuris pada kedua golongan sama-sama tinggi, berturut-turut 25% dan 20% serta tidak berbeda secara bermakna (P < 0,05). Kadar Hb rata-rata karyawan yang terinfeksi cacing tambang (+cacing lain) maupun Trichiuris(cacing tambang) tidak berbeda secara bermakna dengan karyawan yang tidak terinfeksi cacing, masing-masing secara berurut 13.5%, 13.7%, dan 13.8% (P > 0,05).


Contoh Kutipan :



Contoh Daftar Pustaka :
  1. Pauling (1979) melaporkan manfaat menfaat vit. C dosis tinggi atau Vitamin C dosis tinggi dilaporkan bermanfaat menghambat pertumbuhan sel tumor (Pauling, 1979)
  2. Stones, H.H. 1962. Oral and Dental Diseases. Ed. ke-4. Livingstone. Edinburgh. Hlm. 47-52.
  3. Guyton, A.C. 1976. Buku Teks Fisiologi kedokteran. Penerjemah: Adji D. dan P. Lukmanto. EGC Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta. Hal. 101-120.

Alhmdulilaah,,, artikel yang saya buat telah selesai, tapi dilihat - lihat panjang juga yaa... :)) tidak terasa mengerjakannya selama 3 hari. hehehee....
Saya berharap artikel ini dapat membantu teman - teman pembaca agar lebih baik dan memahami lagi tentang penggunaan kutipan, abstrak dan juga daftar pustaka... "Selamat Membacaa dan Sampai Jumpaa di artikel seLanjutnya..." Terima Kasih. . . . ^_^



Sumber Artikel :
  1. Widjono, Hs (2007). Bahasa Indonesia. Ed. Revisi ke-2. Jakarta: Penerbit PT Grasindo.
  2. Haryanto, A.G., Ruslijanto, Harttono, & Mulyono, Datu (2000). Metode Penuisan dan Penyajian Karya Ilmiah. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
  3. Kompas, 22 Desember 2012. "Banjir di Kelurahan Makasar". Halaman 7.
  4. Kamdhi, JS., (2002). Terampil Berwicara. Untuk SLTA Kelas 2. Jakarta: Penerbit Grasindo.

Selasa, 30 Oktober 2012

Fungsi dan Contoh dari Penggunan Tanda Baca

Kita sering kali masih mengalami kesalahan dalam penggunaan tanda baca. Kesalahan ini bisa terjadi pada sebuah kalimat yang sederhana dan pada sebuah kalimat dalam bentuk paragraf. Tanda baca sendiri adalah suatu simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. (sumber: Wikipedia).  
Pada tulisan ini saya akan membahas mengenai fungsi dan contoh dari penggunaan tanda baca karena sebagai pemenuhan tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia 1 dan akibat masih banyaknya teman - teman yang masih salah dan mengalami kesulitan dalam penggunaan tanda baca yang benar.
Maka langsung saja kita simak bagaimana penggunaan tanda baca yang baik dan benar di bawah ini : 
1.    Tanda Baca Titik (.)  => Tanda titik ini digunakan untuk mengakhiri suatu kalimat berita, keperluan singkat suatu gelar, dan pada angka yang menunjukan jam atau mata uang. Contoh :  
  • Tanda titik pada akhir kalimat : Internet berfungsi sebagai sumber informasi bagi setiap orang.
  • Tanda titik pada akhir singkatan, gelar, jabatan dan jabatan : Ir. Priyo Pribadi 
  • Tanda titik pada singkatan nama orang : Imelda Martina.T 
  • Tanda titik pada singkatan kata yang umumnya diambil 3 huruf : Tgl. 12 Maret 2011 
  • Tanda titik pada pemisahan suatu bilangan dan waktu : *Jumlah penduduk di pulau Jawa adalah 126.137 jiwa.   *Sekarang menunjukan pukul 09.00 WIB. 
2.      Tanda Baca Koma (,) => Tanda koma ini digunakan untuk memisahkan anak kalimat atau untuk suatu singkatan, gelar dan angka-angka.  Contoh :
  • Tanda koma pada suatu perincian : Pada saat belajar di sekolah kita membutuhkan buku tulis, pensil, pulpen, penggaris, dan penghapus. 
  • Tanda koma pada pemisahan kalimat setara yang satu dengan yang lainnya (di dahului oleh kata ; seperti, namun, tetapi, dan melainkan). : Ketika makan daging kita membutuhkan piring dan sendok serta garpu tetapi, kita dapat juga menggunakan pisau makan untuk memotong daging. 
  • Tanda koma digunakan di belakang kata-kata (oh, ya, wah, aduh,) yang terdapat di depan kalimat : Wah, indah sekali pemandangan di gunung ini. 
  • Tanda koma pada kalimat ungkapan penghubung : Meskipun begitu, aku tetap mempercayai dia. 
  • Tanda koma pada bagian nama yang dibalik susunanya dalam daftar pustaka : Riky Martin menjadi Martin, Riky 
3.      Tanda Kurung (...) => Tanda kurung ini berfungsi untuk menjelaskan suatu istilah yang belum banyak diketahui oleh banyak orang. Contoh : 
  • Tanda Kurung pada keterangan atau penjelas : Pengamatan adalah suatu proses dengan konsumen (manusia) menyadari dan menginterprestasikan aspek lingkungannya. 
  • Tanda Kurung pada keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan : Jumlah pertumbuhan penduduk di pulau Jawa dari Desember 2000 sampai Januari 2001 (lihat pada Tabel 3.1) menunjukan adanya peningkatan yang signifikan. 
  • Tanda Kurung mengapit huruf atau angka yang merincikan suatu urutan keterangan : Pada filum frotozoa terbagi menjadi kelas (a) cikata, (b) rhizopoda, (c) sporozoa, (d) flogellato. 
4.      Tanda Petik Ganda (“...”) => Tanda petik ganda ini berfungsi untuk menandai kalimat langsung atau percakapan dalam suatu naskah drama. Contoh : 
  • Tanda Petik Ganda pada suatu naskah, pembicaraan atau bahasa tertulis lainnya : Pada pasal 34 UUD 1945 berbunyi, “Fakir miskin dan anak – anak yang terlantar dipelihara oleh Negara. 
  • Tanda Petik Ganda pada suatu judul syair, karangan, atau bab buku yang terdapat dalam kalimat : Buku Karangan Raden Ajeng Kartini berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. 
  • Tanda Petik Ganda pada istilah ilmiah yang kurang dikenal atau memiliki kalimat khusus : Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara “ralat” saja.
5.      Tanda Petik Tunggal (‘…’) => Tanda petik tunggal sama halnya dengan petik ganda berfungsi untuk menandai kalimat langsung atau percakapan. Contoh : 
  • Tanda Petik Tunggal pada petikan yang tersusun dengan tanda petik lain : “Dia berkata padaku ‘buanglah sampah pada tempatnya’, sehingga membuat aku menjadi malu.” Ujar Nicko. 
  • Tanda Petik Tunggal pada suatu makna, terjemahan, atau penjelasan kata asing :  Belajar mata kuliah itu dapat memberikan kita feed-back ‘umpan balik’ yang baik.
6.      Tanda Apostrof (‘) => Tanda apostrof ini dugunakan untuk penghilangan kata atau bagian angka dan tahun. Contoh : 

  • Tanda Apostrof penghilangan pada huruf dan angka : Imelda hari ini bertugas sebagai pembaca pembukaan UUD’45.
7.      Tanda Seru (!) => Tanda seru ini digunakan untuk menegaskan, dan menunjukan bahwa kalimat tersebut harus diperhatikan. Contoh: 
  •   Tanda Seru pada kalimat penegasan : Buanglah samapah itu pada tempatnya!
8.      Tanda Tanya (?) => Tanda Tanya ini digunakan untuk melengkapi kalimat tanya. Contoh: 
  •  Tanda Tanya pada kalimat tanya : Siapakah penemu lampu pertama kali ?
9.      Tanda Titik Dua (:) => Tanda titik dua ini digunakan pada suatu pernyataan, percakapan dan pada halaman atau nomor. Contoh: 
  • Tanda Titik Dua pada akhir pernyataan : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma memiliki empat jurusan : Sistem Informasi, Sistem Komputer, Manajemen Informatika dan Teknik Komputer. 
  • Tanda Titik Dua pada dialog drama : Imelda : “Apa yang sedang kamu lakukan rik?”  Riky : “Aku sedang membuat aplikasi dari java nie..” 
  • Tanda Titik Dua pada suatu halaman atau nomor : QS. An-Nisa : 29
10.    Tanda Garis Miring (/) => Tanda garis miring ini digunakan dalam penanda dalam surat dan sebagai arti dari kata atau. Contoh: 
  • Tanda Garis Miring pada nomor surat :  Nomor : 05/IV/2012 
  • Tanda Garis Miring pada pengganti kata : Modem Smart ini memiliki kecepatan hingga 7,2 Mb/s.




Jumat, 26 Oktober 2012

Cara Penulisan Blog yang Baik

Wahhhhh,,,,,
 Siapaa sihh yang tidak ingin memiliki blog yang baik dan menarik serta banyak pengunjung yang melihat blog kita....???

 yaayaa,, salah satunya adalah Saya . . . .
Makaaa,, marii kita mulaii sajaaa yuUkk untuk mengetahui caranya .... ! ^_^
Pada perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini, masyarakat tak luput dari penggunaan Internet setiap harinya bisa mencapai 24 jam dalam sehari. Penggunaan jaringan Internet ini memiliki bermacam - macam fungsi diantaranya sebagai sumber informasi, sumber untuk mendapatkan uang, menuangkan inspirasi berupa tulisan dan masih banyak lagi yang lainnya.  
Pada tulisan ini saya akan membahas mengenai cara penulisan blog yang baik, tema ini saya pilih karena sebagai tugas dari Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia 1 dan juga akibat dari masih banyaknya blog - blog yang kurang baik dalam penulisan atau pun dalam hal tampilan. 
Blog sendiri merupakan singkatan dari web blog yaitu aplikasi web yang menyerupai tulisan - tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum (sumber: wikipedia). Blog ini bermanfaat untuk menuangkan inspirasi seseorang sehingga hasil tulisannya dapat memberikan informasi kepada orang lain, serta bagi si pembaca dapat pula mengomentari isi tulisan dari blog tersebut. 

Maka menurut pendapat saya berikut ini adalah 7 (tujuh) Hal Utama yang harus di perhatikan dalam Penulisan Blog yang Baik dan Benar :

  1. Wawasan yang Luas = Memiliki wawasan yang luas membuat kita lebih mudah dan tidak kesulitan dalam membuat suatu kata atau pun kalimat.
  2. Banyak Membaca = Membaca adalah modal utama bagi seseorang yang ingin dan hobi dalam membuat karya tulis.
  3. Sering Menulis = Seseorang akan mudah dalam membuat suatu tulisan baik tulisan yang bersifat khusus atau umum sehingga kebiasaan ini akan membantu kita dalam penulisan suatu blog yang menarik atau pun tugas - tugas dalam pembuatan karya ilmiah, makalah dan lain sebagainya.
  4. Penggunaan Tata Penulisan Bahasa yang Baik dan Benar = Tata bahasa dalam penulisan tentunya sangat penting dalam penulisan suatu blog atau pun tulisan - tulisan lainnya agar mudah di pahami oleh pembaca. Sejak kita menginjak bangku pendidikan tentu kita telah di ajarkan bagaimana tata penulisan bahasa yang benar seperti penggunaan kata dasar, kata turunan, imbuhan, kata ulang dan kata ganti serta lain sebagainya.
  5. Pemilihan Kata yang Sopan =  Penggunaan kata yang sopan juga merupakan hal utama yang akan menarik minat para pembaca untuk berkunjung dan membaca tulisan dari blog kita.
  6. Penggunaan Kata/Kalimat yang Umum = Penggunaan kata/kalimat yang umum ini adalah pemilihan kata yang tidak bertele - tele atau tidak terlalu baku, gunakan kata atau kalimat yang umum dan sering di dengar oleh masyarakat umumnya. Hal ini dikarenakan lebih banyak pembaca yang menyukai kata/kalimat yang sederhana agar mereka dengan mudah langsung memahami isi dari tulisan yang dibacanya. 
  7. Bentuk Tulisan yang Menarik = Pemilihan bentuk tulisan yang ada dalam pengaturan desain pada blog juga dapat membuat pembaca tertarik untuk mengunjungi blog kita dan dapat pula ditambah dengan menyisipkan gambar.

Sumber :

Selasa, 26 Juni 2012

Pengaruh Teknologi Terhadap Budaya Organisasi

Budaya Organisasi merupakan pondasi bagi suatu organisasi, sama halnya dengan suatu bangunan yang bagus dan indah, dia tidak akan bertahan apabila pondasi yang dibangun tidak kuat dan kokoh. Sehingga suatu organisasi juga akan mengalami hal yang sama apabila pondasi yang dibangun tidak baik dan kuat. Suatu organisasi yang baik tentu dapat mengarahkan dan memotivasi rekan - rekan yang berada di dalam suatu organisasi itu, terutama bagi seorang pemimpin organisasi harus bisa menanamkan pemahaman dan persepsi tentang budaya kepada anggotanya.


Pengertian Budaya Organisasi
Budaya tentunya tidak akan terlepas dari pengaruh dari suatu organisasi dan begitu pula sebaliknya. Budaya adalah suatu pola dari keseluruhan keyakinan dan harapan yang dipegang teguh secara bersama oleh semua anggota organisasi dalam pelaksanaan pekerjaan yang ada di dalam organisasi tersebut. Sedangkan organisasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari sebuah kelompok individu yang melalui suatu hierarki sistematis dalam pembagian kerja, dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara struktural dan sistematis.
Pada pemahaman diatas terlihat hubungan diantara keduanya, maka tentunya secara pemahaman teori pengertian budaya organisasi sangat beragam dan dapat pula dilihat dari sudut pandang yang luas. Berikut ini adalah beberapa pengertian "Budaya Organisasi" menurut para ahli :

  1. Umar Nimran : Budaya organisasi sebagai suatu sistem makna yang dimiliki bersama oleh suatu organisasi yang membedakannya dengan organisasi lain.
  2. Moorhead dan Griffin (1992) : Budaya organisasi diartikan sebagai seperangkat nilai yang diterima selalu benar, yang membantu seseorang dalam berorganisasi untuk memahami tindakan - tindakan mana yang dapat diterima dan tindakan mana yang tidak dapat diterima dan nilai - nilai tersebut dikomunikasikan melalui cerita dan cara - cara simbolis lainnya.
  3. Piti Sithi - Amnuai (1989) : Dalam bukunya " How to built a corporate culture" mengartikan budaya organisasi sebagai seperangkat asumsi dan keyakinan dasar yang diterima anggota dari sebuah organisasi yang dikembangkan melalui proses belajar dari masalah penyesuaian dari luar dan integrasi  dari dalam.
  4. Amnuai (1989) : Budaya organisasi sebagai pola asumsi dasar dan keyakinan yang dianut oleh anggota sebuah organisasi dari hasil proses belajar adaptasi terhadap permasalahan eksternal dan integrasi permasalahan internal.
  5. Prof. Dr. Benett Silalahi : Budaya organisasi adalah kebiasaan kerja seluruh manajemen dan karyawan suatu perusahaan yang telah diterima sebagai standar perilaku kerja, serta membuat mereka terikat secara emosional kepada perusahaan.
  6. Alvesson : Budaya organisasi adalah keseluruhan kepercayaan, perasaan, perilaku, dan simbol yang mengkarakteristikkan suatu organisasi. Lebih spesifiknya, budaya organisasi didefinisikan sebagai berbagai filsafat, ideologi, kepercayaan, perasaan, asumsi, harapan, sikap, norma dan nilai.
  7. Robbins : Budaya organisasi adalah sebuah sistem dari arti yang terbagikan dalam anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi yang lain. Dalam analisis yang lebih dekat, arti yang terbagikan itu adalah seperangkat karakteristik kunci yang bernilai bagi organisasi.
Setelah kita memahami pengertian budaya organisasi, saya akan pula menyebutkan beberapa fungsi budaya organisasi menurut Robbins (1996:249) yaitu;
  1. Budaya menciptakan perbedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
  2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota - anggota organisasi.
  3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas dari pada kepentingan diri individual seseorang.
  4. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar - standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
  5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

Pada penjelasan diatas tentu kita sudah dapat memahami pengertian dari budaya dan organisasi serta pengertian penggabungan dari kata budaya organisasi itu sendiri. Budaya yang berkembang saat ini sangat berpengaruh terhadap kreativitas yang diciptakan oleh seseorang, salah satunya pengaruh yang paling terkenal dan yang tidak dapat dipisahkan dari seorang individu adalah teknologi. Manusia yang diciptakan dengan akal dan pikiran dapat mengembangkan kreativitas didalam dirinya untuk membuat suatu alat teknologi. Dengan muncul dan pengaruh ini maka pada setiap individu dan dalam suatu team pasti membutuhkan kinerja dari alat - alat teknologi.

Pengertian Teknologi terhadap Kreativitas Individu dan Team
Definisi "Teknologi" adalah fenomena budaya dan kemanusiaan yang akan terus berlangsung selama kehidupan masih berjalan. Dari pengertian ini, maka teknologi masuk ke dalam kehidupan manusia dari segala arah dan dalam setiap denyut perjalanan sejarah kemanusiaan dan menunjukkan akan keadaan manusia yang sangat membutuhkan kemajuan dari alat - alat teknologi tersebut dalam membatu segala aktivitas kehidupan. Teknologi telah menolong manusia dalam melakukan berbagai tugasnya dengan lebih cepat dan mudah. Teknologi yang di ciptakan oleh manusia ini terus mengalami pembaruan dan semakin canggih sesuai dengan perkembangan zaman.



Pengembangan ini di lakukan oleh seorang individu atau pun pada sebuah team atau kelompok organisasi. Pada seorang individu contohnya dia dapat mengembangkan suatu web, aplikasi jejaring sosial, dan lain - lain. Begitu pula pada sebuah team kerja, mereka dapat menciptakan dan mengembangkan aplikasi dalam bentuk - bentuk yang lebih canggih. Pada pengaruhnya seseorang dalam hidupnya, kini tidak dapat terpisahkan dari alat teknologi Handphone atau telepon genggam dan saat ini juga telah berkembang alat komunikasi yang lebih canggih lagi yaitu iPad, dengan desain dan penampilan yang unik didukung pula dengan kinerja yang lebih baik dari sebuah Handphone serta dengan kisaran harga dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Sedangkan pada sebuah team kerja, mereka membutuhkan lebih banyak alat teknologi yang lebih canggih seperti; komputer, laptop, alat cetak data, GPS, dan lain sebagainya. Sehingga dari segi pandang inilah terlihat bahwa teknologi sudah menjadi bagian dari hidup manusia pada saat ini.




Sumber :
  1. Abdullah, Burhanuddin. 2006. Menanti Kemakmuran Negeri Kumpulan Esai tentang Pembangunan Sosial Ekonomi Indonesia, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
  2. Antonius Atosokhi Gea Antonina Panca Yuni Wulandari. 2006. Charater Building IV Relasi dengan Dunia Cetakan kedua. Jakarta : PT Gramedia
  3. http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2206286-pengertian-budaya/ (diakses tanggal 24 juni 2012)
  4. http://www.anneahira.com/pengertian-organisasi.htm (diakses tanggal 24 juni 2012)
  5. http://zafnatpaneyah.blogspot.com/2010/09/pengertian-organisasi-budaya-organisasi.html
  6. http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/teori-budaya-organisasi.html (diakses tanggal 26 juni 2012)
  7. http://4.bp.blogspot.com/zRSsGAtPXq0/T7m7J_GU0nI/AAAAAAAABBU/5KzQPe4whs4/s1600/technology.jpg (diakses tanggal 26 juni 2012)
  8. http://taniania55.files.wordpress.com/2011/09/istock_000005758296large.jpg (diakses tanggal 26 juni 2012)