About Me

Foto saya
Saya berJiLbab,, Sopan,, Cuek,, Baik,,

Rabu, 17 April 2013

MAKALAH PENUNDAAN PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

PENUNDAAN PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL



Penulisan Makalah untuk Mata Kuliah 
Bahasa Indonesia 2

           Nama      : Imelda Martina Tilova
             NPM       : 13110482
             Kelas      : 3KA19
             Jurusan  : Sistem Informasi



BAB I 
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
     Ujian Nasional merupakan kegiatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah. Pelaksanaan ini merupakan tanggungjawab dari pemerintah dimana bertugas untuk melakukan pengawasan dan menyediakan soal-soal yang dikeluarkan dalam Ujian Nasional. Departemen Pendidikan Nasional di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evalusi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Pada saat ini Ujian Nasional bukanlah hal yang baru bagi pelajar karena sebelumnya kegiatan ini sudah pernah dilaksanakan dan mendapatkan respon yang baik serta kelancaran dalam pelaksanaan kegiatannya. Namun pada tahun 2013 ini ujian terancam gagal pada tingkat sekolah menegah (SMA) karena pelaksanaan ujian yang akan ditunda. Hal ini tentunya dikhawatirkan dapat menurunkan semangat dan membuat siswa semakin cemas, maka pemerintah perlu mempersiapkan diri secara lebih maksimal lagi dalam pelaksanaan Ujina Nasional mendatang.

1.2  Rumusan Masalah
       a. Apakah yang dimaksud dengan Pendidikan ?
       b. Apakah yang dimaksud dengan Ujian Nasional ?
       c. Bagaimana menyelesaikan permasalahan dalam Ujian Nasional ?

1.3 Tujuan Penulisan
     Tujuan penulisan makalah Ujian Nasional ini adalah untuk membantu pemahaman akan Ujian Nasional dan sebagai sarana pembelajaran dalam mata kuliah Bahasa Indonesia 2 ( Softskill ) dan sebagai tugas yang harus penulis kerjakan.



BAB II
PENUNDAAN PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL
  

      2.1  Pendidikan  
     Pendidikan pada umumnya merupakan daya upaya untuk memajukan budi pekerti ( karakter, kekuatan bathin), pikiran (intellect) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya”. John Stuart Mill (filosof Inggris, 1806-1873 M) menjabarkan bahwa Pendidikan itu meliputi segala sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang untuk dirinya atau yang dikerjakan oleh orang lain untuk dia, dengan tujuan mendekatkan dia kepada tingkat kesempurnaan. Dalam Undang-undang RI. Nomor 20 tahun 2003 (pasal 1 ayat 1) Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
      
     Pendidikan pada zaman yang semakin berkembang ini selalu menjadi media yang sangat penting bagi kehidupan seseorang, hal ini terlihat dari pekerjaan dimana jika seseorang ingin memiliki pekerjaan yang baik dan layak serta ingin memiliki penghasilan yang banyak tentunya dituntut untuk memiliki status pendidikan yang baik pula yakni setidaknya harus menjadi lulusan Sekolah Menengah Atas atau lulusan Sarjana. Maka hal inilah yang membuat penyelenggaraan pendidikan dan lembaga-lembaga pendidikan terus-menerus mengembangkan kurikulum pendidikan agar penguasaan keilmuan dan pengetahuan semakin meningkat, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Namun pengembangan kurikulum terlalu mementingkan pada bidang-bidang teori keilmuan saja, padahal hal yang sangat tidak kalah penting dan bahkan menjadi modal dasar penguasaan ilmu-ilmu pengetahuan adalah pendidikan moral.
       
2.2  Ujian Nasional
      Ujian Nasional adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.Ujian Nasional (UN) diselenggarakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.  Hasil Ujian Nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah digunakan sebagai:

  1.        Pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;
  2.        Dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;
  3.        Penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan;
  4.       Dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

     Ujian Nasional merupakan perkembangan dari sistem evaluasi pendidikan yang dilaksanakan pada tingkat sekolah dasar hingga tingkat menengah. Sistem evaluasi ini mengalami beberapa kali perubahan dan penyempuraan oleh pemerintah Indonesia. Perkembangan Ujian Nasional tersebut dapat dilihat ke dalam beberapa periode pelaksanaan berikut ini:

  1. Tahun 1965-1971, pada tahun ini, sistem ujian dinamakan ujian negara. Hampir berlaku untuk semua mata pelajaran, semua jenjang yang ada di Indonesia, satu komando dan satu kebijakan pemerintah pusat.
  2. Tahun 1972-1979, pada tahun ini, ujian negara ditiadakan, diganti dengan ujian sekolah. Jadi sekolah yang menyelenggarakan ujian sendiri-sendiri. Semuanya diserahkan kepada sekolah, sedangkan pemerintah pusat hanya membuat kebijakan-kebijakan umum terkait dengan ujian yang dilaksanakan.
  3. Tahun 1980-2000, pada tahun ini, untuk mengendalikan, mengevaluasi, dan mengembangkan mutu pendidikan, Ujian sekolah diganti menjadi Evaluasi Belajat Tahap Akhir Nasional (EBTANAS). Dalam ujian ini, dikembangkan perangkat ujian paralale untuk setiap mata pelajaran yang diujikan. Sedangkan terkait denga penggandaan dan monitoring soal dilaksanakan oleh daerah masing-masing.
  4. Tahun 2001-2004, pada tahun ini, EBTANAS diganti menjadi Ujian Akhir Nasional (UNAS). Hal yang menonjol dalam peralihan nama “EBTANAS” menjadi “UNAS” adalah penentuan kelulusan siswa, yaitu Dalam Ebtanas kelulusannya berdasarkan nilai 2 semester raport terakhir dan nilai EBTANAS murni, sedangkan UNAS ditentukan pada mata pelajaran secara individual.
  5. Tahun 2005-2009 ada perubahan sistem yaitu pada target wajib belajar pendidikan (SD/MI/SD-LB/MTs/SMP/SMP-LB/SMA/MA/SMK/SMA-LB) sehingga nilai kelulusan ada target minimal.
  6. Tahun  2010-Sekarang, UNAS diganti menjadi Ujian Nasional (UN). Untuk UN tahun 2012, ada ujian susulan bagi siswa yang tidak lulus UN. Dengan target, para siswa yang ujian dapat mencapai nilai standar minimal UN sehingga dapat lulus UN dengan baik.
2.3  Masalah Ujian Nasional dan Solusinya
   Jadwal Ujian Nasional untuk tingkat SMA/SMK yang diundur dari jadwal awal mulai senin (15/4/2013) menjadi kamis (18/4/2013), dikhawatirkan bisa menurunkan semangat dan membuat siswa makin cemas. Rubitho, Kepala SMAN 1 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mengatakan, pengunduran jadwal UN mengecewakan. "Kami kecewa, tetapi terasa lebih berat ketika menyampaikan pengunduran jadwal UN itu kepada para siswa, dan melihat ekspresi para siswa yang sangat kecewa dan cemas," kata Rubitho, Selasa (16/4/2013). Ia menceritakan, pada hari senin, para siswa masuk sekolah, dan diumumkan pengunduran jadwal UN. "Memang, mereka sudah tahu, karena sejak sabtu sudah ada yang diberitahu melalui SMS, langsung, atau telepon dan juga ditulis di web sekolah. Namun saat itu informasi ke mereka, jadwal UN dimulai hari rabu sedangkan kemarin pagi ada surat pemberitahuan ke sekolah bahwa UN dimulai hari kamis," tutur Rubitho.
     Hingga selasa (16/4/2013) sore pun belum ada informasi apakah UN bisa digelar pada Kamis, karena lembaran soalnya pun belum sampai. " Ini bisa melemahkan semangat siswa," ujarnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Timur Musyahrim mengatakan, hal yang dikhawatirkan dari pengunduran jadwal UN adalah dampak psikologis terhadap siswa.
    Ujian Nasional bukanlah kegiatan baru bagi para siswa dan juga bagi pemerintah yang bertugas mendistribusikan soal-soal ujian ke sekolah yang tersebar di Indonesia. Pada pelaksanaan Ujian Nasional di tahun sebelumnya belum pernah timbul permasalahan yang cukup fatal namun, tahun ini terjadi kesalahan yang sangat merugikan bagi para siswa. Ujian yang tertunda akibat pemerintah yang belum siap dalam penjadwalan dan pendistribusian soal mengakibatkan kecemasan dan menurunkan mental dari para siswa yang akan menghadapi ujian. Dalam hal ini seharusnya pemerintah melakukan evaluasi sebelum menjelang Ujian Nasional, bukan melihat kesuksesan yang terdahulu sehingga pemerintah merasa pelaksanaan ujian akan selalu berhasil. Pemerintah wajib melakukan peninjauaan dan koordinasi secara langsung terutama bagian Departemen Pendidikan Nasional karena kesuksesan dan kegagalan berada ditangannya.

        Pada masalah ini tentunya membuat para siswa menjadi cemas dan khawatir maka, solusi terbaik yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah adalah memberikan motivasi dalam pemahaman dari Ujian Nasional itu sendiri sehingga, para siswa tidak merasa takut dan panik ketika menjelang ataupun saat melaksanakan Ujian Nasional.


BAB III
PENUTUP


3.3 Kesimpulan
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Ujian Nasional adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Masalah yang timbul dari ujian tahun ini adalah terjadinya ketertundaan pelaksanaan Ujian Nasional akibat pemerintah yang belum siap dalam penjadwalan dan pendistribusian soal mengakibatkan kecemasan dan menurunkan mental dari para siswa yang akan menghadapi ujian. Dalam hal ini seharusnya pemerintah melakukan evaluasi sebelum menjelang Ujian Nasional, bukan melihat kesuksesan yang terdahulu sehingga pemerintah merasa pelaksanaan ujian akan selalu berhasil. Pemerintah wajib melakukan peninjauaan dan koordinasi secara langsung terutama bagian Departemen Pendidikan Nasional karena kesuksesan dan kegagalan berada ditangannya.

Pada masalah ini tentunya membuat para siswa menjadi cemas dan khawatir maka, solusi terbaik yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah adalah memberikan motivasi dalam pemahaman dari Ujian Nasional itu sendiri sehingga, para siswa tidak merasa takut dan panik ketika menjelang ataupun saat melaksanakan Ujian Nasional.

3.4 Saran
Penulisa sadar bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan makalah ini sehingga akan menjadi makalah yang baik dan berguna khususnya dalam ruang lingkup pendidikan.



DAFTAR PUSTAKA



Rabu, 27 Maret 2013

Ananlisis Artikel Surat Kabar

Selamat siang para Pembaca seMuaaa.... ^_^

Kali ini penulis akan mencoba membahas sebuah artikel surat kabar. Penulis akan menganalisis artikel surat kabar ini sebagai tugas softskill pertama pada semester 6 dalam mata kuliah "Bahasa Indonesia 2". Pada tugas ini penulis akan menganalisis artikel surat kabar Tempo online yaitu di www.tempo.co. Artikel yang penulis coba analisis berjudul "Robot Ular Ini Merangkak, Memanjat dan Berenang". Analisis yang penulis lakukan adalah melihat tulisan pada artikel tersebut apakah telah memenuhi Ejaan dan Diksi yang baik dan benar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya mari simak dan lihat penjelasan di bawah ini.


Robot Ular Ini Merangkak, Memanjat dan Berenang

TEMPO.CO, Pittsburgh-- Para peneliti telah mengembangkan robot ular yang mampu memegang dan memanjat benda-benda laiknya binatang ular yang nyata. Para peneliti di laboratorium Carnegie Mellon University Biorobotics mengatakan robot ular ini bahkan bisa bertengger di papan tulisan, di pohon-pohon, dan bahkan bisa meliuk pada pipa.

Robot ini dikembangkan untuk digunakan dalam kondisi sulit mengakses area, seperti evakuasi gempa bumi maupun penggunaan militer dan medis. Para peneliti mengatakan saat ini mereka telah menguasai teknik dan seni untuk menyambar objek.

"Kami menggunakan accelerometers dalam tiap modul robot sehingga ia dapat mendeteksi ketika membentur tiang atau cabang setelah dilempar dan akan otomatis bertengger di objek itu," ujar tim peneliti. Robot ular ini memiliki sensor di setiap segmen dan sekaligus bisa mencengkeram objek ketika robot ular ini dilemparkan.

Pada akhirnya robot dapat digunakan untuk menjelajah ke dalam ruang kecil, bahkan bisa digunakan sebagai mata-mata militer yang dilengkapi dengan kamera. "Perangkat ini dapat mengkoordinasi derajat internal kebebasan untuk melakukan berbagai kemampuan gerak robot konvensional dan robot berkaki," kata peneliti.

Kekuatan sebenarnya dari perangkat ini, menurut mereka, adalah bahwa robot ular ini serbaguna. Perilaku dan kemampuan yang dimiliki lebih luas cakupannya, seperti merangkak, memanjat, dan bahkan berenang.

Keterangan :
* Pada tulisan yang miring dan bergaris bawah akan dilakukan analisis.


Pada pembahasan artikel di atas penulis telah melakukan analisis, terlihat pada tabel terdapat 5 buah kesalahan yang penulis temukan namun tidak menutup kemungkinan masih ada kesalahan lainnya. Penulis tidak bermaksud menyatakan penulisan pada artikel tidak baik, penulis hanya mencoba melakukan penganalisisan ejaan dan diksi yang kurang tepat. Demikian pembahasan artikel kali ini semoga bermanfaat bagi teman-teman pembaca.

Sabtu, 23 Februari 2013

FLASHDISK UNIK READY STOCK

AYoOOOOOoo di ORDER Teman - Teman.... 
*DI JUAL*

FLASHDISK UNIK,USB CARTUN


==== HARGA ====

FLASHDISK KUALITAS A :
FLASHDISK 4 GB A = Rp. 85.000,-
FLASHDISK 8 GB A = Rp. 105.000,-
FLASHDISK 16 GB A = Rp. 135.000,-
FLASHDISK 32 GB A = Rp. 230.000,-

CHIPSET A :
4 GB A = Rp. 60.000,-
8 GB A = Rp. 82.000,-
16 GB A = Rp. 108.000,-
32 GB A = Rp. 185.000,-

FLASHDISK KUALITAS AA :
FLASHDISK 4 GB AA = Rp. 95.000,-
FLASHDISK 8 GB AA = Rp. 120.000,-
FLASHDISK 16 GB AA = Rp. 178.000,-
FLASHDISK 32 GB AA = Rp. 325.000,-

CHIPSET AA :
4 GB AA = Rp. 80.000,-
8 GB AA = Rp. 95.000,-
16 GB AA = Rp. 146.000,-
32 GB AA = Rp. 298.000,-

*MODEL MASIH BANYAK, BILA MODEL YANG ANDA INGINKAN TIDAK TERSEDIA PADA GAMBAR, ANDA DAPAT LANGSUNG MENGHUBUNGI SAYA PADA NOMOR DIBAWAH*

JUAL JUGA FLASHDISK CARD 8 GB = Rp. 80.000
SPEAKER MONEY, SPEAKER COLA + KALENG, SPEAKER ROKOK, dan POWER BANK.

*TERIMA JUGA FD CARD UNTUK SOUVENIR PERNIKAHAN ATAU ULANG TAHUN*

***BERGARANSI, KUALITAS SANGAT TERJAMIN, BUKAN ABAL-ABAL***

#BUAT KAMU MINIMAL ORDER 3pcs DAPATKAN PULA POTONGAN HARGA = Rp. 5.000,- sampai Rp. 10.000,- PER ITEM#

#Jika Berminat Hubungi : 089692806902
#Pembayaran Transfer ke Bank : BRI/BCA
#Pengiriman Barang Via : JNE/TIKI

^_^ !!!!!..................BURUUUAAAN BELIII DAN MILIKI FLASDISK LUCU INI.............. !!!!! ^_^

==== HAPPY SHOPPING ====



Minat Hubungi :
089692806902

PenaMpakan :









BuRuuuuaann ORDER yaa Kawan..... !!!! :) 

Jumat, 18 Januari 2013

Penulisan Karya Ilmiah

Karya Ilmiah adalah hal yang sudah tidak asing lagi bagi kita yang telah duduk di bangku pendidikan. Karya ilmiah dalam dunia pendidikan adalah hal yang sangat penting dan merupakan modal utama dalam mencapai kelulusan bagi seorang mahasiswa. Pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) kita juga telah di ajarkan pemahaman atau dasar - dasar dalam penulisan karya ilmiah dan biasanya materi ini ada dalam pelajaran Bahasa Indonesia sedangkan pada tingkat perguruan tinggi kita yang dituntut untuk membuat sebuah Karya Ilmiah.

Pada penulisan Karya Ilmiah di tingkat perguruan tinggi masih sering kali mahasiswa merasa kesulitan karena masih kurangnya pemahaman dan mereka kesulitan untuk memulai sebuah tulisan atau bingung dalam menentukan judul penulisannya. Maka pada tulisan blog ini saya mencoba menjelaskan beberapa pemahaman dalam sebuah Karya Ilmiah.

Mariii Simaaaakk PenjeLasan Berikut ini................. ^_^

Pemahaman Karya Ilmiah

Bermacam-macam pemahaman atau definisi menurut para ilmuan mengenai karya ilmiah. Salah satu di antaranya adalah menurut Brotowidjoyo (1985:8-9), "Karya ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan tulisan menurut metodologi penulisan yang baik dan benar." Ciri khusu dari karya ilmiah, dikatakan pula, karya ilmiah harus ditulis secara jujur dan akurat berdasarkan kebenaran tanpa mengingat akibatnya. Kebenaran dalam karya ilmiah itu adalah kebenaran yang objektif-positif, sesuai dengan data dan fakta di lapangan, dan bukan kebenaran yang normatif.
Ada beberapa jenis karya ilmiah yang biasa dibuat. Selain makalah dan skripsi, kita sering juga mendengar nama lain seperti laporan penelitian, tesis, dan disertasi. Istilah-istilah itu dipakai untuk memberi nama suatu karya tulis yang bersifat ilmiah. Semua jenis karya ilmiah selalu menyajikan suatu hasil kegiatan penelitian tentang suatu pokok masalah berdasarkan data dan fakta di lapangan.
Perbedaan istilah-istilah karya ilmiah itu adalah sebagai berikut;
  1. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah biasanya disusun untuk melengkapi tugas-tugas ujian mata kuliah tertentu atau untuk memberikan saran pemecahan tentang suatu masalah secara ilmiah. Jika dilihat bentuknya, makalah adalah bentuk yang paling sederhana di antara karya tulis ilmiah lainnya dan biasanya tujuan utama makalah untuk diterbitkan dalam suatu majalah.
  2. Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung (observasi kepustakaan). Skripsi biasanya ditulis untuk melengkapi syarat dalam memperoleh gelar sarjana muda/diploma atau sarjana dan penyusunannya dibimbing oleh seorang dosen atau tim yang ditunjuk oleh suatu lembaga pendidikan tinggi.
  3. Tesis adalah karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi. Tesis akan mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri. Karya tulis ini akan membahas pengujian terhadap suatu hipotesis sehingga tesis itu lebih membahas suatu pernyataan atau teori yang didukung oleh sejumlah argumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
  4. Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang akurat dan analisis yang terinci. Disertasi ini berisi suatu temuan penulisan sendiri, yang berupa temuan sendiri atau asli.
Ciri - Ciri Karya Ilmiah 
 
Pada suatu tulisan karya ilmiah tentunya memiliki ciri atau kriteria khusus yang membedakannya dengan tulisan - tulisan lainnya. Ciri dari suatu karya ilmiah tidak semua masalah perlu disajikan dalam sebuah penelitian. Masalah yang di pilih harus memenuhi empat kriteria, yaitu ; harus sesuai dengan minat peneliti, harus dapat dilaksanakan, harus tersedia faktor pendukung dan harus bermanfaat (Arikunto, 1999:26). Penelitian tidak akan dapat dilaksanakan apabila faktor pendukungnya tidak memadai, misalnya literatur yang menunjang, dana, waktu, sarana dan prasarana serta lain sebagainnya.
Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulisan, serta penggunaan bahasa. Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan dan terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutupan merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulisan tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal memiliki syarat adanya abstrak. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku. 

Tahapan - Tahapan Penulisan Karya Ilmiah

 

Pada penulisan karya ilmiah tentunya tidak semudah kita membuat catatan harian. Karya ilmiah memiliki tahapan atau langkah - langkah sebelum memulainya. Berikut ini adalah beberapa tahapan dalam penulisan karya ilmiah yaitu; 

1. Tahap Persiapan  
  •  Pemilihan Masalah/Topik, mempertimbangkan :
    - Harus berada disekitar kita, - Harus topik paling menarik perhatian, - Terpusat pada segi lingkup yang sempit dan terbatas, - Memiliki data dan fakta yang objektif, - Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya, meski pun serba sedikit, - Harus memiliki sumber acuan atau bahan kepustakaan yang dijadikan referensi.
  •  Pembatasan Topik/Penentuan Judul : - Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah, - Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah atau setelah penulisan karya ilmiah selesai, - Penentuan judul karya ilmiah : pertanyaan yang mengandung unsur 4W+1H yaitu What (apa), Why (mengapa), When (kapan), Where (dimana) dan How (bagaimana).
  • Pembuatan Kerangka Karangan (outline) : - Membimbing penyusun karya ilmiah, - Pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam penganalisisannya, - Pembuatan rencana daftar isi karya ilmiah.    
2. Tahap Pengumpulan Data 
  • Pencarian keterangan dari bahan bacaan atau referensi.
  •  Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah.
  • Pengamatan langsung (observasi) ke objek yang akan diteliti.
  • Percobaan di laboratorium atau pengujian di lapangan.
3. Tahap Pengorganisasian dan Pengonsepan 
  • Pengelompokan bahan, untuk mengorganisasikan bagian mana yang didahulukan dan mana yang termasuk bagian akhir. Data yang sudah terkumpul diseleksi dan dikelompokan sesuai jenis, sifat atau bentuk.
  • Pengonsepan karya ilmiah dilakukan sesuaidengan urutan dalam kerangka karangan yang telah ditetapkan.  
3. Tahap Pemeriksaan atau Penyuntingan Konsep (editing)
     Bertujuan untuk : 
  • Melengkapi yang kurang
  • Membuang yang kurang relevan
  • Menghindari penyajian yang berulang-ulang atau tumpang tindih (overlapping)
  • Menghindari pemakaian bahasa yang kurang efektif, misalnya dalam penulisan dan pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf, maupun penerapan kaidah ejaan.
3. Tahap Penyajian
     Teknik penyajian karya ilmiah harus memperhatikan :
  • Segi kerapian dan kebersihan
  • Tata letak (layout) unsur-unsur dalam format karya ilmiah, misalnya halaman muka (cover), halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka dan lain sebagainya.
  • Standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, misalnya standar penulisan kutipan, catatan kaki  (foot note), daftar pustaka dan penggunaan bahasa indonesia sesuai EYD.
  • Bagian inti karya ilmiah :    
           1. Bagian Pendahuluan
               a. Latar Belakang dan Masalah
               b. Tujuan Pembahasan
               c. Ruang Lingkup atau Pembatasan Masalah
               d. Asumsi, Hipotesis dan Kerangka Teori
               e. Sumber data
               f. Metode dan Teknik
           2. Bagian Analisis atau Pembahasan
           3. Bagian Simpul dan Saran   

Pada kesimpulannya Karya ilmiah adalah  tulisan hasil berpikir ilmiah. Ciri-ciri karya ilmiah tersebut haruslah menarik, objektif, sistematis dan lugas. Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karya tulis adalah kita harus menentukan topik, tema, dan tujuan penulisan, kita dapat merumuskan judul penulisan, dapat menyusun kerangka karangan, mengumpulkan bahan atau data dari berbagai sumber bacaan, serta dapat mengembangkan karya tulis tersebut.



 Sumber :  
  1.  Prof. Dr. E., Arifin, Zaenal. Dasar-Dasar Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta : Penerbit Grasindo.
  2. Drs. Joko Untoro dan Tim Guru Indonesia (2011). Target Nilai Rapor 10 Kpuas Tuntas Habis Semua Pelajaran SMP/MTS IX. Jakarta : Penerbit PT Wahyumedia. 
  3. http://dya08webmaster.blog.com/2012/04/20/karya-ilmiah-ciri-ciri-macam-macam-sikap-ilmiah/
  4.  http://tikknara.blogspot.com/2011/03/tahapan-penulisan-karya-ilmiah.html 

Kamis, 03 Januari 2013

Jokowi Minta Tanggul Jebol Segera Diperbaiki


Keadaan cuaca saat ini cukup ekstrem dimana sering terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang sehingga banyak meninmbulkan masalah. Keadaan ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya adalah pada daerah Ibu Kota Jakarta, hal ini tentu membuat lumpuhnya segala aktivitas warga Jakarta karena hujan lebat tersebut menimbulkan banjir. Jakarta adalah kota besar yang sering mengalami masalah ke banjiran dan pada baru - baru ini tanggul di kelurahan Makasar jebol sehingga merendam pemukiman tempat tinggal para warga. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau tanggul yang jebol itu, beliau memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki tanggul saluran Kali Cipinang yang jebol pada Jumat (21/12) dinihari. Tak hanya memperbaiki tanggul yang jebol itu, beliau juga meminta PU untuk meninjau dan memperbaiki tanggul - tanggul dan saluran lainnya. Hal ini diharapkan tidak ada lagi tanggul seperti di kelurahan makasar. "Ya saya suruh cek semualah nanti. Semua tanggul jangan seperti tanggul tadi, nggak ada tulang, nggak ada rangka. Nanti diterjang air gampang sekali jebol," kata Jokowi.
Pada kesempatan tersebut, selain meninjau tanggul yang jebol, Jokowi yang tiba di GOR Makasar sekitar pukul 23.30 WIB, sempat berkunjung dan berdialog dengan warga yang mengungsi. Jokowi juga memberikan dua ton beras, dan uang tunai sebanyak Rp. 10 Juta agar dapat digunakan oleh para pengungsi. Wali kota Jakarta Timur HR Krisdianto yang mendampingi Jokowi meninjau tanggul jebol juga mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menanggulangi bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Makasar.

Daftar Pustaka :
Kompas, 22 Desember 2012. "Banjir di Kelurahan Makasar". Halaman 7.


Pada tulisan di atas merupakan penggunaan "Kutipan Tidak Langsung" karena penulis mengutip tulisan dengan cara meringkas dari sebuah surat kabar.

Senin, 31 Desember 2012

Pemahaman Abstrak, Kutipan dan Daftar Pustaka

Banyak sekali dari kita yang sering mengalami kesulitan dalam penyusunan suatu karya tulis baik berupa penulisan karya ilmiah maupun skripsi bagi para mahasiswa. Hal yang paling mendasar adalah dalam penulisan sebuah abstrak namun ada beberapa hal juga seperti membuat kutipan dari tulisan orang lain dan juga dalam pembuatan daftar pustaka. Maka dalam artikel ini saya akan mencoba memberikan penjelasan mengenai ketiga masalah tersebut.
Mari teman - teman kita Langsung saJa ya....  ^_^ 

Kita mulai dari "Abstrak" . . .
Abstrak merupakan uraian ringkas, cermat dan menyeluruh dari isi suatu karangan ilmiah. Maka untuk mendapatkan abstrak yang baik dan benar, kita harus memenuhi syarat - syarat berikut ini :

  1. Merupakan uraian ringkas, cermat dan menyeluruh sehingga mencerminkan keseluruhan isi judul. Abstrak dapat berdiri sendiri sebagai satu kesatuan yang utuh sehingga dapat dimuat dalam satu majalah yang khusus membuat abstrak.
  2. Tanpa adanya komentar dari pembuatnya di luar dari apa yang dikemukakan dalam karangan ilmiah.
  3. Dapat dikerjakan oleh orang lain, tetapi sebaiknya dibuat sendiri oleh penulis agar penulis lebih mudah memahami apa yang disajikan dalam karangan ilmiah tersebut.
  4. Abstrak terdapat di awal atau permulaan karangan ilmiah sehingga pembaca dapat mengetahui informasi yang disajikan dengan lebih mudah.
  5. Isi dari suatu abstrak sebaiknya jangan melebihi 250 kata atau sekitar 25 baris jika setiap baris terdiri atas 10 kata.
  6. Dalam abstrak tidak ada pergantian paragraf (tanpa adanya alinea baru).
  7. Huruf yang digunakan sebaiknya berbeda besarnya dengan huruf isi dari karangan ilmiah yang kita buat.
  8. Hindari pemakaian kalimat aktif dan lebih baik menggunakan kalimat pasif.
  9. Kepustakaan, singkatan, ilustrasi, grafik dan tabel tidak boleh di cantumkan dalam abstrak.
  10.  Di bawah abstrak sebaiknya dicantumkan kata-kata kunci (key words) sebanyak 3 hingga 10 kata yang kira-kira dapat dipakai untuk mengindeks karangan ilmiah kita dalam suatu deretan karangan ilmiah sejenis. Kata kunci (key words) adalah kata-kata yang penting dan paling menonjol dalam karangan ilmiah itu.
Jenis - Jenis Abstrak 
  1. Abstrak Indikatif (Abstrak Deskriptif)   : merupakan suatu abstrak yang tidak dapat berfungsi sebagai pengganti suatu karangan ilmiah secara lengkap dan utuh. Hal ini disebabkan terlalu banyak data dalam laporan sehingga tidak dapat diringkas menjadi 250 kata. 
  2. Abstrak Informatif     :  merupakan abstrak yang berisi informasi secara lengkap atau utuh sehingga pembaca tidak perlu membaca secara keseluruhan isi dari karangan ilmiah tersebut. Jenis abstrak ini biasanya sering digunakan dalam pembuatan skripsi oleh para mahasiswa.

Kita lanjutkan dengan "Kutipan" . . .
Kutipan adalah salinan kalimat, paragraf, atau pendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku, jurnal, baik yang melalui media cetak maupun elektronik. Kutipan juga ditulis untuk menegaskan isi uraian, memperkuat pembuktian, dan kejujuran menggunakan sumber penulis.

Pada artikel ini saya akan membahas mengenai kutipan yang disertai dengan catatan kaki dan kutipan tanpa catatan kaki. Kita ketahui pada pembuatan skripsi, thesis, disertasi, dan penulisan ilmiah pasti terdiri dari lebih 10 halaman. Maka kita sebaiknya menggunakan catatan kaki agar dapat menjelaskan kita telah mengutip kalimat tersebut.

Jenis Kutipan yang disertai Catatan Kaki
  1. Kutipan Langsung : Kutipan yang menyalin dengan sama persis dengan sumbernya tanpa ada perubahan.
  2. Kutipan Tidak Langsung : Kutipan yang menyadur, mengambil ide dari suatu sumber dan menuliskannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri. Cara menyadur ada dua macam yaitu  dengan cara meringkas dan cara ikhtisar.
Jenis Kutipan yang Tanpa disertai Catatan Kaki
Artikel dan makalah pendek yang tidak menggunakan catatan kaki dapat menggunakan data pustaka dalam teks. Data pustaka dalam teks digunakan dalam menuliskan karangan pendek, misalnya surat kabar. Data pustaka dapat diletakkan pada awal kutipan dan dapat pula pada akhir kutipan. Data pustaka yang dituliskan : pencipta ide, penulis buku, nama buku, tahun, dan halaman.


Kita lanjutkan dan sekaligus menjadi pembahasan yang terakhir adalah "Daftar Pustaka" . . .
Daftar Pustaka (Bibliografi) adalah daftar segala sumber bahan karangan yang telah digunakan dalam karangan ilmiah.

Fungsi Daftar Pustaka :
  1. untuk memberikan informasi, bahwa pernyataan dalam karangan itu bukan hasil pemikiran penulis sendiri, tapi hasil pemikiran orang lain.
  2. untuk memberikan informasi selengkapnya tentang sumber kutipan sehingga dapat dicek jika perlu.
  3. apabila pembaca ingin lebih mendalami pernyataan yang dikutipkan, dapat membaca sendiri buku/majalah yang menjadi sumber kutipan untuk penelusuran kepustakaan tersebut.
Pedoman dalam memilih dan menentukan sumber informasi yang akan dipakai serta dicantumkan dalam daftar pustaka adalah :
  1. Sumber bacaan harus mempunyai mutu yang baik dan sesuai dengan masalah yang dihadapi.
  2. Seringkali bahan bacaan yang diperoleh dan berhasil dikumpulkan mengemukakan pemikiran/pendapat/kesimpulan yang sama. Dalam hal ini pilih yang benar-benar baik..
  3. Usahakan selalu menggunakan bahan bacaan yang mutakhir.
Unsur - Unsur dalam Pembuatan Daftar Pustaka
Daftar pustaka yang lengkap dan baik harus mengandung tiga unsur utama yaitu : penulis, judul, dan fakta - fakta penerbitan.

Penulis
Penulis terdiri dari penulis pendamping, editor, badan/lembaga resmi.

Nama penulis terdiri dari 3 bagian, yaitu :
- Nama Sendiri 
- Nama Tengah
- Nama Keluarga

Judul
Judul mencakup judul beserta anak judul jika ada.

Fakta - Fakta Penerbitan
Fakta-fakta penerbitan mencakup: tempat dimana buku tersebut diterbitkan, nama penerbit, dan tahun penerbitan. Tempat penerbitan (kota) ditulis hanya satu kota tempat buku tersebut diterbitkan.

3 (Tiga) Cara dalam Penulisan Daftar Pustaka
  1. Cara Nama dan Tahun 
  2. Cara (Sistem) Kombinasi Abjad dan Nomor
  3. Sistem Nomor
Macam - Macam Daftar Pustaka
  1. Buku Dasar : yaitu buku yang digunakan sebagai dasar pembahasan yang menyangkut sistematika, pendekatan, maupun pembahasan.
  2. Buku Khusus : yaitu buku yang kita gunakan sebagai rujukan atau pelengkap buku dasar.
  3. Buku Pelengkap : yaitu buku - buku yang kita gunakan sebagai pelengkap pembahasan.
Nah,,, dari penjelasan abstrak, kutipan dan daftar pustaka di atas semoga membantu pemahaman pembaca ya... sekarang saya akan mencoba menerapkan penggunaan dari ketiga penjelasan tersebut. Tolong di siMakk ya... ^_^

Contoh Abstrak Indikatif :

AIDS DALAM PROFEKSI DOKTER GIGI

Dalam karangan ilmiah ini akan diketengahkan hal - hal mengenai ciri-ciri virus AIDS, cara penularan, cara pencegahan, prevalensi dan distribusi virus dalam profesi dokter gigi. Dengan informasi baru ini diharapkan, para dokter gigi akan dapat memahami resiko tertular, menulari atau pun sebagai sumber penyebaran virus tersebut.

Contoh Abstrak Informatif :

Infeksi cacing usus masih umum dijumpai di Indonesia

Untuk mengetahui prevalensi penyakit tersebut dan pengaruhnya terhadap kesehatan, dilakukan pemeriksaan tinja dan hemoglobin (Hb) 131 orang karyawan suatu industri dan 83 orang karyawan suatu bank di Medan. Pemeriksaan tinja dilakukan dengan metoda Kato, pengukuran Hb dengan cara Sahli. Prevalensi Ascaris lumbricoides, cacing tambang, dan Trichuris trichiura lebih tinggi di kalangan karyawan industri daripada karyawan bank, berurut masing-masing 46%, 20%, dan 65% dibandingkan 31%, 2% dan 40%. Perbedaan itu secara statistik bermakna (P+ 40,05, < 0,01, dan < 0,001). Tetapi prevalensi infeksi campuran Ascaris dan Trichiuris pada kedua golongan sama-sama tinggi, berturut-turut 25% dan 20% serta tidak berbeda secara bermakna (P < 0,05). Kadar Hb rata-rata karyawan yang terinfeksi cacing tambang (+cacing lain) maupun Trichiuris(cacing tambang) tidak berbeda secara bermakna dengan karyawan yang tidak terinfeksi cacing, masing-masing secara berurut 13.5%, 13.7%, dan 13.8% (P > 0,05).


Contoh Kutipan :



Contoh Daftar Pustaka :
  1. Pauling (1979) melaporkan manfaat menfaat vit. C dosis tinggi atau Vitamin C dosis tinggi dilaporkan bermanfaat menghambat pertumbuhan sel tumor (Pauling, 1979)
  2. Stones, H.H. 1962. Oral and Dental Diseases. Ed. ke-4. Livingstone. Edinburgh. Hlm. 47-52.
  3. Guyton, A.C. 1976. Buku Teks Fisiologi kedokteran. Penerjemah: Adji D. dan P. Lukmanto. EGC Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta. Hal. 101-120.

Alhmdulilaah,,, artikel yang saya buat telah selesai, tapi dilihat - lihat panjang juga yaa... :)) tidak terasa mengerjakannya selama 3 hari. hehehee....
Saya berharap artikel ini dapat membantu teman - teman pembaca agar lebih baik dan memahami lagi tentang penggunaan kutipan, abstrak dan juga daftar pustaka... "Selamat Membacaa dan Sampai Jumpaa di artikel seLanjutnya..." Terima Kasih. . . . ^_^



Sumber Artikel :
  1. Widjono, Hs (2007). Bahasa Indonesia. Ed. Revisi ke-2. Jakarta: Penerbit PT Grasindo.
  2. Haryanto, A.G., Ruslijanto, Harttono, & Mulyono, Datu (2000). Metode Penuisan dan Penyajian Karya Ilmiah. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
  3. Kompas, 22 Desember 2012. "Banjir di Kelurahan Makasar". Halaman 7.
  4. Kamdhi, JS., (2002). Terampil Berwicara. Untuk SLTA Kelas 2. Jakarta: Penerbit Grasindo.

Selasa, 30 Oktober 2012

Fungsi dan Contoh dari Penggunan Tanda Baca

Kita sering kali masih mengalami kesalahan dalam penggunaan tanda baca. Kesalahan ini bisa terjadi pada sebuah kalimat yang sederhana dan pada sebuah kalimat dalam bentuk paragraf. Tanda baca sendiri adalah suatu simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. (sumber: Wikipedia).  
Pada tulisan ini saya akan membahas mengenai fungsi dan contoh dari penggunaan tanda baca karena sebagai pemenuhan tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia 1 dan akibat masih banyaknya teman - teman yang masih salah dan mengalami kesulitan dalam penggunaan tanda baca yang benar.
Maka langsung saja kita simak bagaimana penggunaan tanda baca yang baik dan benar di bawah ini : 
1.    Tanda Baca Titik (.)  => Tanda titik ini digunakan untuk mengakhiri suatu kalimat berita, keperluan singkat suatu gelar, dan pada angka yang menunjukan jam atau mata uang. Contoh :  
  • Tanda titik pada akhir kalimat : Internet berfungsi sebagai sumber informasi bagi setiap orang.
  • Tanda titik pada akhir singkatan, gelar, jabatan dan jabatan : Ir. Priyo Pribadi 
  • Tanda titik pada singkatan nama orang : Imelda Martina.T 
  • Tanda titik pada singkatan kata yang umumnya diambil 3 huruf : Tgl. 12 Maret 2011 
  • Tanda titik pada pemisahan suatu bilangan dan waktu : *Jumlah penduduk di pulau Jawa adalah 126.137 jiwa.   *Sekarang menunjukan pukul 09.00 WIB. 
2.      Tanda Baca Koma (,) => Tanda koma ini digunakan untuk memisahkan anak kalimat atau untuk suatu singkatan, gelar dan angka-angka.  Contoh :
  • Tanda koma pada suatu perincian : Pada saat belajar di sekolah kita membutuhkan buku tulis, pensil, pulpen, penggaris, dan penghapus. 
  • Tanda koma pada pemisahan kalimat setara yang satu dengan yang lainnya (di dahului oleh kata ; seperti, namun, tetapi, dan melainkan). : Ketika makan daging kita membutuhkan piring dan sendok serta garpu tetapi, kita dapat juga menggunakan pisau makan untuk memotong daging. 
  • Tanda koma digunakan di belakang kata-kata (oh, ya, wah, aduh,) yang terdapat di depan kalimat : Wah, indah sekali pemandangan di gunung ini. 
  • Tanda koma pada kalimat ungkapan penghubung : Meskipun begitu, aku tetap mempercayai dia. 
  • Tanda koma pada bagian nama yang dibalik susunanya dalam daftar pustaka : Riky Martin menjadi Martin, Riky 
3.      Tanda Kurung (...) => Tanda kurung ini berfungsi untuk menjelaskan suatu istilah yang belum banyak diketahui oleh banyak orang. Contoh : 
  • Tanda Kurung pada keterangan atau penjelas : Pengamatan adalah suatu proses dengan konsumen (manusia) menyadari dan menginterprestasikan aspek lingkungannya. 
  • Tanda Kurung pada keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan : Jumlah pertumbuhan penduduk di pulau Jawa dari Desember 2000 sampai Januari 2001 (lihat pada Tabel 3.1) menunjukan adanya peningkatan yang signifikan. 
  • Tanda Kurung mengapit huruf atau angka yang merincikan suatu urutan keterangan : Pada filum frotozoa terbagi menjadi kelas (a) cikata, (b) rhizopoda, (c) sporozoa, (d) flogellato. 
4.      Tanda Petik Ganda (“...”) => Tanda petik ganda ini berfungsi untuk menandai kalimat langsung atau percakapan dalam suatu naskah drama. Contoh : 
  • Tanda Petik Ganda pada suatu naskah, pembicaraan atau bahasa tertulis lainnya : Pada pasal 34 UUD 1945 berbunyi, “Fakir miskin dan anak – anak yang terlantar dipelihara oleh Negara. 
  • Tanda Petik Ganda pada suatu judul syair, karangan, atau bab buku yang terdapat dalam kalimat : Buku Karangan Raden Ajeng Kartini berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. 
  • Tanda Petik Ganda pada istilah ilmiah yang kurang dikenal atau memiliki kalimat khusus : Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara “ralat” saja.
5.      Tanda Petik Tunggal (‘…’) => Tanda petik tunggal sama halnya dengan petik ganda berfungsi untuk menandai kalimat langsung atau percakapan. Contoh : 
  • Tanda Petik Tunggal pada petikan yang tersusun dengan tanda petik lain : “Dia berkata padaku ‘buanglah sampah pada tempatnya’, sehingga membuat aku menjadi malu.” Ujar Nicko. 
  • Tanda Petik Tunggal pada suatu makna, terjemahan, atau penjelasan kata asing :  Belajar mata kuliah itu dapat memberikan kita feed-back ‘umpan balik’ yang baik.
6.      Tanda Apostrof (‘) => Tanda apostrof ini dugunakan untuk penghilangan kata atau bagian angka dan tahun. Contoh : 

  • Tanda Apostrof penghilangan pada huruf dan angka : Imelda hari ini bertugas sebagai pembaca pembukaan UUD’45.
7.      Tanda Seru (!) => Tanda seru ini digunakan untuk menegaskan, dan menunjukan bahwa kalimat tersebut harus diperhatikan. Contoh: 
  •   Tanda Seru pada kalimat penegasan : Buanglah samapah itu pada tempatnya!
8.      Tanda Tanya (?) => Tanda Tanya ini digunakan untuk melengkapi kalimat tanya. Contoh: 
  •  Tanda Tanya pada kalimat tanya : Siapakah penemu lampu pertama kali ?
9.      Tanda Titik Dua (:) => Tanda titik dua ini digunakan pada suatu pernyataan, percakapan dan pada halaman atau nomor. Contoh: 
  • Tanda Titik Dua pada akhir pernyataan : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma memiliki empat jurusan : Sistem Informasi, Sistem Komputer, Manajemen Informatika dan Teknik Komputer. 
  • Tanda Titik Dua pada dialog drama : Imelda : “Apa yang sedang kamu lakukan rik?”  Riky : “Aku sedang membuat aplikasi dari java nie..” 
  • Tanda Titik Dua pada suatu halaman atau nomor : QS. An-Nisa : 29
10.    Tanda Garis Miring (/) => Tanda garis miring ini digunakan dalam penanda dalam surat dan sebagai arti dari kata atau. Contoh: 
  • Tanda Garis Miring pada nomor surat :  Nomor : 05/IV/2012 
  • Tanda Garis Miring pada pengganti kata : Modem Smart ini memiliki kecepatan hingga 7,2 Mb/s.