About Me

Foto saya
Saya berJiLbab,, Sopan,, Cuek,, Baik,,

Senin, 14 Oktober 2013

Pengantar Telematika

Teknologi saat ini yang semakin luar biasa pesat perkembangannya, menuntut seluruh lapisan masyarakat untuk dapat menggunakan dan mengerti dari kinerja teknologi tersebut yang sejujurnya berfungsi untuk membantu kegiatan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Informasi merupakan data yang telah di proses dan berbentuk pesan yang kemudian akan disampaikan kepada orang lain. Dalam menyampaikan suatu informasi tentunya dibutuhkan suatu alat penghubung atau alat elektronik telekomunikasi sehingga penyampaiannya dapat dilakukan secara cepat dan tepat maka, hal ini yang membuat dibentuknya pemahaman terhadap Telematika. Telematika akan dibahas secara lebih luas pada penjelasan selanjutnya.

Sejarah Perkembangan Telematika
Telematika pada hakikatnya merupakan cyberspace yang berarti suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Pada perkembangannya telematika dibagi menjadi 2 masa yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.
Pada masa pra satelit yaitu, masa sebelum tahun 1976 perkembangan teknologi komunikasi masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Periode awal tahun 1960-an ini para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana. Pada masa ini banyak negara-negara yang berkembang memberikan bantuan dana kepada negara yang masih lemah dalam teknologi telekomunikasi dan salah satunya adalah Indonesia namun pendanaan dihentikan sehingga membuat semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politik di Indonesia.

Pada masa satelit yaitu, gagasan tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestik di Indonesia pada konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Conference on Space Telecomunication). Hal ini membuat semakin ketergantungan dalam penggunaan satelit sehingga hingga saat ini berkembang handphone atau telepon selular yang praktis dalam penggunaannya tanpa harus disertai kabel serta kini dibuat telepon selular dengan koneksi wifi, notebook dengan ukuran lebih kecil, dan teknologi yang sedang berkembang pesat adalah handphone berbasis Android yang memungkinkan mengakses internet kapan saja dan dimana saja.

Pengertian Telematika
Kata TELEMATIKA berasal dari istilah dalam bahasa Perancis TELEMATIQUE yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah teknologi informasi sendiri merupakan perkembangan dari teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai "the new hybrid technology" yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah "konvergensi". Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.

Pada saat ini disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi Telekomunikasi, Media dan Informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau "the Net". Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Seiring dengan semakin populernya Inter-Net sebagai "the network of the networks", masyarakat penggunanya (internet global community) seakan-akan mendapati suatu dunia baru yang dinamakan cyberspace sebagaimana dipopulerkan oleh William Gibson dalam novel sci-fi-nya Neuromancer yang merupakan khayalan tentang adanya alam lain pada saat teknologi telekomunikasi dan informatika bertemu. Di "alam baru" ini bagi kebanyakan netter tidak ada hukum. Karena tidak adanya kedaulatan dalam jaringan komputer maha besar (gigantic network) ini, mereka beranggapan bahwa tidak ada satupun hukum suatu negara yang berlaku, karena hukum network tumbuh dari kalangan mayarakat global penggunanya. "Alam baru" ini seakan-akan menjadi suatu jawaban dari impian untuk melampiaskan kebebasan berkomunikasi (free flow of information) dan kebebasan mengemukakan pendapat (freedom of speech) tanpa mengindahkan lagi norma-norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

Perlu digarisbawahi, bahwa substansi cyberspace sebenarnya adalah keberadaan informasi dan komunikasi yang dalam konteks ini dilakukan secara elektronik dalam bentuk visualisasi tatap muka interaktif. Komunikasi virtual (virtual communication) tersebut yang dipahami sebagai virtual reality sering disalahpahami sebagai "alam maya", padahal keberadaan sistem elektronik itu sendiri adalah konkrit di mana komunikasi virtual sebenarnya dilakukan dengan cara representasi informasi digital yang bersifat diskrit. Sehubungan dengan itu, Wiener dan Bigelow mencetuskan Cybernetics Theory, mengenai suatu pendekatan interdisipliner terhadap sistem kendali dan komunikasi dari hewan, manusia, mesin dan organisasi. Uniknya teori tersebut sebenarnya lebih menekankan pada pentingnya umpan balik dari sistem komunikasi itu sendiri. Teori tersebut menyiratkan bahwa dalam memahami suatu informasi yang disampaikan pada suatu sistem komunikasi yang baik harus dengan memperhatikan umpan balik dari sistem tersebut. Sebagai catatan, Wiener juga mengakui bahwa istilah Cyber sebenarnya pernah digagas oleh Ampere yang namanya digunakan sebagai satuan kuat arus. Oleh karena itu jika ditilik dari asal-usulnya, istilah cyber sebenarnya erat hubungannya dengan kawat listrik. Sehingga tidak mengherankan, jika istilah tersebut juga digunakan untuk organ buatan listrik CYBORG yang merupakan singkatan dari Cybernetics Organics.

Dengan demikian, istilah "cyber law" sebagaimana dipahami oleh masyarakat sekarang ini kurang tepat jika digunakan untuk merujuk pada hukum yang tumbuh dalam medium cyberspace. Istilah "cyberspace law" justru lebih tepat untuk itu. Namun demikian, Istilah "telematika" paling tepat digunakan karena lebih memperlihatkan hakekat keberadaannya dan layak untuk digunakan sebagai definisi guna melakukan pengkajian hukum selanjutnya. Istilah "telematika" merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika.

Berbicara tentang hukum dalam arti luas, berarti mencakup segala macam ketentuan hukum yang ada baik materi hukum tertulis - tertuang dalam peraturan perundang-undangan - maupun materi hukum tidak tertulis - tertuang dalam kebiasaan ataupun praktek bisnis yang berkembang. Sehubungan dengan itu, sistem hukum nasional sesungguhnya tetap berlaku terhadap segala aktivitas komunikasi yang dilakukan dalam lingkup cyberspace. Hal ini berarti bahwa domain-domain hukum yang semula dipahami secara sektoral, baik dalam bidang telekomunikasi, media maupun informatika akan semakin konvergen. Yang terjadi bukan kevakuman hukum, melainkan suatu pembidangan hukum yang lebih khusus tanpa menafikan keberlakuan bidang-bidang hukum yang telah ada dalam sistem hukum yang berlaku. Dengan demikian definisi Hukum Telematika adalah hukum terhadap perkembangan konvergensi TELEMATIKA yang berwujud dalam penyelenggaraan suatu sistem elektronik, baik yang terkoneksi melalui internet (cyberspace) maupun yang tidak terkoneksi dengan internet.

Bidang-Bidang yang terkait dengan Telematika
Ragam bentuk yang akan disajikan merupakan aplikasi yang sudah berkembang diberbagai sektor, maka tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang tindih. Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor, sosial, ekonomi dan budaya. Bentuk-bentuk tersebut yaitu;
1). E-goverment (Pemerintahan)
E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya[15]. Tim tersebut memiliki beberapa terget. Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.
E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

2). E-commerce (Bisnis)
Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, samapi membuat claim. Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine – Anjungan Tunai Mandiri) , bahkan membeli pulsa.

3). E-learning (Pendidikan)
Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dalri pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance learning) dengan media internet berbasis web atau situs. Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan. Peranan web kampus atau sekolagh termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini.
Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Bentuk telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada e-medicine, e-laboratory, e-technology, e-research, dan ribuan situs yang memberikan informasi sesuai bidangnya. Di luar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini 4G, kompas digital, sitem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara, serta teleconference.

Peralatan Pendukung dalam Telematika
Perangkat pendukung dalam Telemetika antara lain adalah Jaringan Telepon dan Saluran Televisi. Selain itu Jaringan Internet dapat digunakan sebagai salah satu perangkat pendukung dalam membangun aplikasi yang dapat dihubungkan dengan aplikasi yang dapat diterapkan dengan menggunakan ponsel genggam. Tentunya selain itu infrastruktur berupa penguat sinyal juga dibutuhkan sebagai sarana komunikasi untuk daerah-daerah yang letak geografisnya jauh dan terpecil. Untuk penjelasan yang lebih lanjut dari perangkat pendukung telematika dapat dilihat dibawah ini :

Jaringan Telepon
Jaringan Telepon dapat digunakan sebagai penghubung antara titik penerima satu dengan titik pnerima yang lain. Dewasa ini penggunaan jaringan telepon dapat dimodifikasikan pemakainnya secara bersamaan dalam aplikasi transaksi contohnya aplikasi transaksi Perbankan melalui ponsel. Selain itu Jaringan Telepon ini juga dapat digunakan untuk berfungsi sebagai teleconference yang dapat digunakan dengan menggunakan jaringan televisi.

Jaringan Televisi
Jaringan yang dapat memberikan informasi yang berupa gambar, multimedia dan suara. Pada awalnya Televisi dapat dikatakan dengan suatu perangkat komunikasi yang hanya berupa simplex duplex namun sering denganberkembangnya kemajuan teknologi dapat dikembangkan penggunaannya dengan menggunakan jaringan telepon, Komputer dan Internet. Contohnya dalam aplikasi teleconference, polling acara tertentu dan masih banyak aplikasi lainnya.

Internet
Jaringan yang dapat menghubungkan antara computer satu dengan computer lainnya yang berada dalam wilayah yang cukup luas bahkan mencakup suatu Negara. Pada awalnya internet digunakan sebatas untuk mengirim e-mail namun sering dengan berkembangnya teknologi Komputer baik dari segi perangkat keras maupun perangkat lunak. Internet tidak hanya sebatas dalam membuat e-mail melainkan dapat dikembangkan dengan membuat suatu sistem Informasi. Baik berupa transaksi online, maupun berupa e-learning .

Keuntungan Telematika
  1. Memudahkan kita dalam memperoleh data/informasi dimana saja, dan kapan saja sesuai kebutuhan;
  2. Meningkatkan kinerja pelaku usaha karena kemudahan pengaksesan informasi dan penyelenggaraan transaksi sehingga dapat meningkatkan keuntungan secara ekonomi;
  3. Mencerdaskan masyarakat karena masyarakat dapat dengan mudah menambah pengetahuan/informasi yang dimiliki; 
  4. Memotong alur proses yang panjang dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah;
  5. Mempererat hubungan antar personal, antar wilayah dan antar Negara tanpa ada batasan ruang dan waktu; 
  6. Meningkatkan dan memacu roda perekonomian nasional 


Kerugian Telematika
  1. Meningkatnya tingkat kejahatan menggunakan media internet seperti pencurian data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi;
  2. Informasi dan data yang mudah diperoleh tidak hanya informasi yang bersifat positif tapi juga negative;
  3. Kurangnya keamanan pengaksesan informasi negative dapat meningkatkan kejahatan dalam masyarakat, seperti peredaran video porno di internet meningkatkan pemerkosaan dan pelecehan seksual; 
  4. Kurangnya privasi pengguna, karena kurangnya keamanan jaringan sehingga dapat dengan mudah disusupi oleh hacker/cracker ataupun virus; 
  5. Meningginya individualisme masyarakat, karena tidak ada batas ruang dan waktu menyelusur dunia maya sehingga terkadang menjadi lupa diri, dan tidak mengenal sekitar. 


Sumber :
  1. Halim, A. dkk/etc. 2005. Manajemen Pesantren. Yogyakarta : Pustaka Pesantren.
  2. http://tigaeinstein.blogspot.com/2012/10/telematika.html (diakses tanggal 11 Oktober 2013, pukul 01:34:12)
  3. http://nindityakharisma.blogspot.com/2009/09/telematika-adalah.html (diakses tanggal 11 Oktober 2013, pukul 02:48:17)
  4. http://www.pajri.com/pengantar-telematika/detail/bidang-bidang-yang-terkait-telematika (diakses tanggal 12 Oktober 2013, pukul 10:12:32)
  5. http://www.gabbymustikarani.com/index.php?id=21 (diakses tanggal 14 Oktober 2013, pukul 13:55:47)

Selasa, 14 Mei 2013

Resensi "Ujian Nasional Tertunda Lagi, Kepsek Resah"

Data Penulis :
Judul                  : Ujian Nasional Tertunda Lagi, Kepsek Resah
Penulis              : Kiki Andi Pati, Kontributor Kendari
Editor                 : Farid Assifa
Penerbit           : http://regional.kompas.com/
No./Tanggal   : - /  15/04/2013
No. Halaman  : -
Tema                  : Ujian Nasional 2013


Sinopsis atau Ringkasan 
Pelaksanaan Ujian Nasional dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia pada tingkat SMA dan sederajat di Sulawesi Tenggara tertunda hingga Kamis, (18/04/2013) yang seharusnya dilaksanakan pada hari Senin, (15/04/2013) akibatnya membuat kepala sekolah menjadi resah. Hal ini dirasakan oleh Kepala SMK 1 Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, La Ode Alasi yang harus selalu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat tentang kepastian jadwal pelaksanaan Ujian Nasional.

"Kita bingung, kenapa UN diundur terus. Mau tidak mau, kita setiap saat harus bolak-balik dari kampung ke Diknas Muna untuk mencari kepastian pelaksanaan UN. Kita sudah terlanjur umumkan tanggal 15, kemudian bergeser lagi tanggal 17, malah sekarang bergeser lagi tanggal 18 April. Selain itu para siswa yang sudah mempersiapkan dirinya untuk mengikuti UN juga menjadi kecewa maka, kami harus menenangkan dan menyampaikan pengunduran Ujian Nasional kepada siswa." keluh La Ode Alasi saat dihubungi, Senin (15/04/2013).

Kepala bidang Pengajaran dan Pendidikan Kabupaten Muna, Ashar Dulu, mengatakan, penundaan pelaksanaan UN tersebut berdasarkan Surat Kemendikbud RI No. 74 tentang ralat ke II pelaksanaan UN tingkat SMA di Sulawesi Tenggara dan jumlah peserta yang tidak dapat mengikuti UN tingkat SMA dan sederajat di Kabupaten Muna sebanyak 4465 orang serta beberapa Provinsi lainnya yaitu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, pihaknya ingin memberikan contoh kepada kabupaten dan kota lainnya. "Kota Kendari ikut saja apa yang menjadi keputusan, kami tidak ingin permasalahkan hal ini, yang penting proses UN tetap akan berjalan," tegasnya.

Keunggulan 
Pada artikel ini tentunya memiliki keunggulan tersendiri yaitu, memberikan informasi terbaru dalam dunia pendidikan, di mana artikel ini membahas masalah penundaan Ujian Nasional pada tingkat SMA dan sederajat di beberapa Provinsi di Indonesia terutama di Sulawesi Tenggara. Pembahasan ini berguna bagi pemerintah pusat yang berada di Ibu Kota Jakarta untuk melakukan perbaikan terhadap penundaan UN dan juga menjadikan sebuah teguran bagi pemerintah. 


Kelemahan
Pada artikel ini menurut terdapat kelemahan, di mana isi dari artikel masih kurang jelas dan sulit di pahami oleh pembaca. Hal ini terlihat pada penggunaan kalimat langsung yang masih rancu sehingga masih kurang jelas siapa yang yang berbicara dan menegaskan maksud dari kalimat tersebut.


Pendapat Akhir 
Artikel ini merupakan artikel yang cukup baik karena memberikan informasi terbaru dalam pendidikan di Indonesia dan saya berharap menjadi suatu wacana bagi pemerintah untuk lebih memperbaiki permasalahan pendidikan di negara tercinta ini yaitu Indonesia.  


"Apabila pada penulisan resensi ini kurang baik dan ada pihak yang merasa dirugikan, penulis minta maaf karena penulisan ini hanya sebagai tugas pada mata kuliah Bahasa Indonesia 2."

Terimaaaaa Kasihhh.............  ^_^

Sumber :

Di Upload Pukul : 16.56 WIB

Rabu, 17 April 2013

MAKALAH PENUNDAAN PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

PENUNDAAN PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL



Penulisan Makalah untuk Mata Kuliah 
Bahasa Indonesia 2

           Nama      : Imelda Martina Tilova
             NPM       : 13110482
             Kelas      : 3KA19
             Jurusan  : Sistem Informasi



BAB I 
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
     Ujian Nasional merupakan kegiatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah. Pelaksanaan ini merupakan tanggungjawab dari pemerintah dimana bertugas untuk melakukan pengawasan dan menyediakan soal-soal yang dikeluarkan dalam Ujian Nasional. Departemen Pendidikan Nasional di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evalusi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Pada saat ini Ujian Nasional bukanlah hal yang baru bagi pelajar karena sebelumnya kegiatan ini sudah pernah dilaksanakan dan mendapatkan respon yang baik serta kelancaran dalam pelaksanaan kegiatannya. Namun pada tahun 2013 ini ujian terancam gagal pada tingkat sekolah menegah (SMA) karena pelaksanaan ujian yang akan ditunda. Hal ini tentunya dikhawatirkan dapat menurunkan semangat dan membuat siswa semakin cemas, maka pemerintah perlu mempersiapkan diri secara lebih maksimal lagi dalam pelaksanaan Ujina Nasional mendatang.

1.2  Rumusan Masalah
       a. Apakah yang dimaksud dengan Pendidikan ?
       b. Apakah yang dimaksud dengan Ujian Nasional ?
       c. Bagaimana menyelesaikan permasalahan dalam Ujian Nasional ?

1.3 Tujuan Penulisan
     Tujuan penulisan makalah Ujian Nasional ini adalah untuk membantu pemahaman akan Ujian Nasional dan sebagai sarana pembelajaran dalam mata kuliah Bahasa Indonesia 2 ( Softskill ) dan sebagai tugas yang harus penulis kerjakan.



BAB II
PENUNDAAN PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL
  

      2.1  Pendidikan  
     Pendidikan pada umumnya merupakan daya upaya untuk memajukan budi pekerti ( karakter, kekuatan bathin), pikiran (intellect) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya”. John Stuart Mill (filosof Inggris, 1806-1873 M) menjabarkan bahwa Pendidikan itu meliputi segala sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang untuk dirinya atau yang dikerjakan oleh orang lain untuk dia, dengan tujuan mendekatkan dia kepada tingkat kesempurnaan. Dalam Undang-undang RI. Nomor 20 tahun 2003 (pasal 1 ayat 1) Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
      
     Pendidikan pada zaman yang semakin berkembang ini selalu menjadi media yang sangat penting bagi kehidupan seseorang, hal ini terlihat dari pekerjaan dimana jika seseorang ingin memiliki pekerjaan yang baik dan layak serta ingin memiliki penghasilan yang banyak tentunya dituntut untuk memiliki status pendidikan yang baik pula yakni setidaknya harus menjadi lulusan Sekolah Menengah Atas atau lulusan Sarjana. Maka hal inilah yang membuat penyelenggaraan pendidikan dan lembaga-lembaga pendidikan terus-menerus mengembangkan kurikulum pendidikan agar penguasaan keilmuan dan pengetahuan semakin meningkat, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Namun pengembangan kurikulum terlalu mementingkan pada bidang-bidang teori keilmuan saja, padahal hal yang sangat tidak kalah penting dan bahkan menjadi modal dasar penguasaan ilmu-ilmu pengetahuan adalah pendidikan moral.
       
2.2  Ujian Nasional
      Ujian Nasional adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.Ujian Nasional (UN) diselenggarakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.  Hasil Ujian Nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah digunakan sebagai:

  1.        Pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;
  2.        Dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;
  3.        Penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan;
  4.       Dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

     Ujian Nasional merupakan perkembangan dari sistem evaluasi pendidikan yang dilaksanakan pada tingkat sekolah dasar hingga tingkat menengah. Sistem evaluasi ini mengalami beberapa kali perubahan dan penyempuraan oleh pemerintah Indonesia. Perkembangan Ujian Nasional tersebut dapat dilihat ke dalam beberapa periode pelaksanaan berikut ini:

  1. Tahun 1965-1971, pada tahun ini, sistem ujian dinamakan ujian negara. Hampir berlaku untuk semua mata pelajaran, semua jenjang yang ada di Indonesia, satu komando dan satu kebijakan pemerintah pusat.
  2. Tahun 1972-1979, pada tahun ini, ujian negara ditiadakan, diganti dengan ujian sekolah. Jadi sekolah yang menyelenggarakan ujian sendiri-sendiri. Semuanya diserahkan kepada sekolah, sedangkan pemerintah pusat hanya membuat kebijakan-kebijakan umum terkait dengan ujian yang dilaksanakan.
  3. Tahun 1980-2000, pada tahun ini, untuk mengendalikan, mengevaluasi, dan mengembangkan mutu pendidikan, Ujian sekolah diganti menjadi Evaluasi Belajat Tahap Akhir Nasional (EBTANAS). Dalam ujian ini, dikembangkan perangkat ujian paralale untuk setiap mata pelajaran yang diujikan. Sedangkan terkait denga penggandaan dan monitoring soal dilaksanakan oleh daerah masing-masing.
  4. Tahun 2001-2004, pada tahun ini, EBTANAS diganti menjadi Ujian Akhir Nasional (UNAS). Hal yang menonjol dalam peralihan nama “EBTANAS” menjadi “UNAS” adalah penentuan kelulusan siswa, yaitu Dalam Ebtanas kelulusannya berdasarkan nilai 2 semester raport terakhir dan nilai EBTANAS murni, sedangkan UNAS ditentukan pada mata pelajaran secara individual.
  5. Tahun 2005-2009 ada perubahan sistem yaitu pada target wajib belajar pendidikan (SD/MI/SD-LB/MTs/SMP/SMP-LB/SMA/MA/SMK/SMA-LB) sehingga nilai kelulusan ada target minimal.
  6. Tahun  2010-Sekarang, UNAS diganti menjadi Ujian Nasional (UN). Untuk UN tahun 2012, ada ujian susulan bagi siswa yang tidak lulus UN. Dengan target, para siswa yang ujian dapat mencapai nilai standar minimal UN sehingga dapat lulus UN dengan baik.
2.3  Masalah Ujian Nasional dan Solusinya
   Jadwal Ujian Nasional untuk tingkat SMA/SMK yang diundur dari jadwal awal mulai senin (15/4/2013) menjadi kamis (18/4/2013), dikhawatirkan bisa menurunkan semangat dan membuat siswa makin cemas. Rubitho, Kepala SMAN 1 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mengatakan, pengunduran jadwal UN mengecewakan. "Kami kecewa, tetapi terasa lebih berat ketika menyampaikan pengunduran jadwal UN itu kepada para siswa, dan melihat ekspresi para siswa yang sangat kecewa dan cemas," kata Rubitho, Selasa (16/4/2013). Ia menceritakan, pada hari senin, para siswa masuk sekolah, dan diumumkan pengunduran jadwal UN. "Memang, mereka sudah tahu, karena sejak sabtu sudah ada yang diberitahu melalui SMS, langsung, atau telepon dan juga ditulis di web sekolah. Namun saat itu informasi ke mereka, jadwal UN dimulai hari rabu sedangkan kemarin pagi ada surat pemberitahuan ke sekolah bahwa UN dimulai hari kamis," tutur Rubitho.
     Hingga selasa (16/4/2013) sore pun belum ada informasi apakah UN bisa digelar pada Kamis, karena lembaran soalnya pun belum sampai. " Ini bisa melemahkan semangat siswa," ujarnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Timur Musyahrim mengatakan, hal yang dikhawatirkan dari pengunduran jadwal UN adalah dampak psikologis terhadap siswa.
    Ujian Nasional bukanlah kegiatan baru bagi para siswa dan juga bagi pemerintah yang bertugas mendistribusikan soal-soal ujian ke sekolah yang tersebar di Indonesia. Pada pelaksanaan Ujian Nasional di tahun sebelumnya belum pernah timbul permasalahan yang cukup fatal namun, tahun ini terjadi kesalahan yang sangat merugikan bagi para siswa. Ujian yang tertunda akibat pemerintah yang belum siap dalam penjadwalan dan pendistribusian soal mengakibatkan kecemasan dan menurunkan mental dari para siswa yang akan menghadapi ujian. Dalam hal ini seharusnya pemerintah melakukan evaluasi sebelum menjelang Ujian Nasional, bukan melihat kesuksesan yang terdahulu sehingga pemerintah merasa pelaksanaan ujian akan selalu berhasil. Pemerintah wajib melakukan peninjauaan dan koordinasi secara langsung terutama bagian Departemen Pendidikan Nasional karena kesuksesan dan kegagalan berada ditangannya.

        Pada masalah ini tentunya membuat para siswa menjadi cemas dan khawatir maka, solusi terbaik yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah adalah memberikan motivasi dalam pemahaman dari Ujian Nasional itu sendiri sehingga, para siswa tidak merasa takut dan panik ketika menjelang ataupun saat melaksanakan Ujian Nasional.


BAB III
PENUTUP


3.3 Kesimpulan
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Ujian Nasional adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Masalah yang timbul dari ujian tahun ini adalah terjadinya ketertundaan pelaksanaan Ujian Nasional akibat pemerintah yang belum siap dalam penjadwalan dan pendistribusian soal mengakibatkan kecemasan dan menurunkan mental dari para siswa yang akan menghadapi ujian. Dalam hal ini seharusnya pemerintah melakukan evaluasi sebelum menjelang Ujian Nasional, bukan melihat kesuksesan yang terdahulu sehingga pemerintah merasa pelaksanaan ujian akan selalu berhasil. Pemerintah wajib melakukan peninjauaan dan koordinasi secara langsung terutama bagian Departemen Pendidikan Nasional karena kesuksesan dan kegagalan berada ditangannya.

Pada masalah ini tentunya membuat para siswa menjadi cemas dan khawatir maka, solusi terbaik yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah adalah memberikan motivasi dalam pemahaman dari Ujian Nasional itu sendiri sehingga, para siswa tidak merasa takut dan panik ketika menjelang ataupun saat melaksanakan Ujian Nasional.

3.4 Saran
Penulisa sadar bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan makalah ini sehingga akan menjadi makalah yang baik dan berguna khususnya dalam ruang lingkup pendidikan.



DAFTAR PUSTAKA



Rabu, 27 Maret 2013

Ananlisis Artikel Surat Kabar

Selamat siang para Pembaca seMuaaa.... ^_^

Kali ini penulis akan mencoba membahas sebuah artikel surat kabar. Penulis akan menganalisis artikel surat kabar ini sebagai tugas softskill pertama pada semester 6 dalam mata kuliah "Bahasa Indonesia 2". Pada tugas ini penulis akan menganalisis artikel surat kabar Tempo online yaitu di www.tempo.co. Artikel yang penulis coba analisis berjudul "Robot Ular Ini Merangkak, Memanjat dan Berenang". Analisis yang penulis lakukan adalah melihat tulisan pada artikel tersebut apakah telah memenuhi Ejaan dan Diksi yang baik dan benar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya mari simak dan lihat penjelasan di bawah ini.


Robot Ular Ini Merangkak, Memanjat dan Berenang

TEMPO.CO, Pittsburgh-- Para peneliti telah mengembangkan robot ular yang mampu memegang dan memanjat benda-benda laiknya binatang ular yang nyata. Para peneliti di laboratorium Carnegie Mellon University Biorobotics mengatakan robot ular ini bahkan bisa bertengger di papan tulisan, di pohon-pohon, dan bahkan bisa meliuk pada pipa.

Robot ini dikembangkan untuk digunakan dalam kondisi sulit mengakses area, seperti evakuasi gempa bumi maupun penggunaan militer dan medis. Para peneliti mengatakan saat ini mereka telah menguasai teknik dan seni untuk menyambar objek.

"Kami menggunakan accelerometers dalam tiap modul robot sehingga ia dapat mendeteksi ketika membentur tiang atau cabang setelah dilempar dan akan otomatis bertengger di objek itu," ujar tim peneliti. Robot ular ini memiliki sensor di setiap segmen dan sekaligus bisa mencengkeram objek ketika robot ular ini dilemparkan.

Pada akhirnya robot dapat digunakan untuk menjelajah ke dalam ruang kecil, bahkan bisa digunakan sebagai mata-mata militer yang dilengkapi dengan kamera. "Perangkat ini dapat mengkoordinasi derajat internal kebebasan untuk melakukan berbagai kemampuan gerak robot konvensional dan robot berkaki," kata peneliti.

Kekuatan sebenarnya dari perangkat ini, menurut mereka, adalah bahwa robot ular ini serbaguna. Perilaku dan kemampuan yang dimiliki lebih luas cakupannya, seperti merangkak, memanjat, dan bahkan berenang.

Keterangan :
* Pada tulisan yang miring dan bergaris bawah akan dilakukan analisis.


Pada pembahasan artikel di atas penulis telah melakukan analisis, terlihat pada tabel terdapat 5 buah kesalahan yang penulis temukan namun tidak menutup kemungkinan masih ada kesalahan lainnya. Penulis tidak bermaksud menyatakan penulisan pada artikel tidak baik, penulis hanya mencoba melakukan penganalisisan ejaan dan diksi yang kurang tepat. Demikian pembahasan artikel kali ini semoga bermanfaat bagi teman-teman pembaca.

Sabtu, 23 Februari 2013

FLASHDISK UNIK READY STOCK

AYoOOOOOoo di ORDER Teman - Teman.... 
*DI JUAL*

FLASHDISK UNIK,USB CARTUN


==== HARGA ====

FLASHDISK KUALITAS A :
FLASHDISK 4 GB A = Rp. 85.000,-
FLASHDISK 8 GB A = Rp. 105.000,-
FLASHDISK 16 GB A = Rp. 135.000,-
FLASHDISK 32 GB A = Rp. 230.000,-

CHIPSET A :
4 GB A = Rp. 60.000,-
8 GB A = Rp. 82.000,-
16 GB A = Rp. 108.000,-
32 GB A = Rp. 185.000,-

FLASHDISK KUALITAS AA :
FLASHDISK 4 GB AA = Rp. 95.000,-
FLASHDISK 8 GB AA = Rp. 120.000,-
FLASHDISK 16 GB AA = Rp. 178.000,-
FLASHDISK 32 GB AA = Rp. 325.000,-

CHIPSET AA :
4 GB AA = Rp. 80.000,-
8 GB AA = Rp. 95.000,-
16 GB AA = Rp. 146.000,-
32 GB AA = Rp. 298.000,-

*MODEL MASIH BANYAK, BILA MODEL YANG ANDA INGINKAN TIDAK TERSEDIA PADA GAMBAR, ANDA DAPAT LANGSUNG MENGHUBUNGI SAYA PADA NOMOR DIBAWAH*

JUAL JUGA FLASHDISK CARD 8 GB = Rp. 80.000
SPEAKER MONEY, SPEAKER COLA + KALENG, SPEAKER ROKOK, dan POWER BANK.

*TERIMA JUGA FD CARD UNTUK SOUVENIR PERNIKAHAN ATAU ULANG TAHUN*

***BERGARANSI, KUALITAS SANGAT TERJAMIN, BUKAN ABAL-ABAL***

#BUAT KAMU MINIMAL ORDER 3pcs DAPATKAN PULA POTONGAN HARGA = Rp. 5.000,- sampai Rp. 10.000,- PER ITEM#

#Jika Berminat Hubungi : 089692806902
#Pembayaran Transfer ke Bank : BRI/BCA
#Pengiriman Barang Via : JNE/TIKI

^_^ !!!!!..................BURUUUAAAN BELIII DAN MILIKI FLASDISK LUCU INI.............. !!!!! ^_^

==== HAPPY SHOPPING ====



Minat Hubungi :
089692806902

PenaMpakan :









BuRuuuuaann ORDER yaa Kawan..... !!!! :) 

Jumat, 18 Januari 2013

Penulisan Karya Ilmiah

Karya Ilmiah adalah hal yang sudah tidak asing lagi bagi kita yang telah duduk di bangku pendidikan. Karya ilmiah dalam dunia pendidikan adalah hal yang sangat penting dan merupakan modal utama dalam mencapai kelulusan bagi seorang mahasiswa. Pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) kita juga telah di ajarkan pemahaman atau dasar - dasar dalam penulisan karya ilmiah dan biasanya materi ini ada dalam pelajaran Bahasa Indonesia sedangkan pada tingkat perguruan tinggi kita yang dituntut untuk membuat sebuah Karya Ilmiah.

Pada penulisan Karya Ilmiah di tingkat perguruan tinggi masih sering kali mahasiswa merasa kesulitan karena masih kurangnya pemahaman dan mereka kesulitan untuk memulai sebuah tulisan atau bingung dalam menentukan judul penulisannya. Maka pada tulisan blog ini saya mencoba menjelaskan beberapa pemahaman dalam sebuah Karya Ilmiah.

Mariii Simaaaakk PenjeLasan Berikut ini................. ^_^

Pemahaman Karya Ilmiah

Bermacam-macam pemahaman atau definisi menurut para ilmuan mengenai karya ilmiah. Salah satu di antaranya adalah menurut Brotowidjoyo (1985:8-9), "Karya ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan tulisan menurut metodologi penulisan yang baik dan benar." Ciri khusu dari karya ilmiah, dikatakan pula, karya ilmiah harus ditulis secara jujur dan akurat berdasarkan kebenaran tanpa mengingat akibatnya. Kebenaran dalam karya ilmiah itu adalah kebenaran yang objektif-positif, sesuai dengan data dan fakta di lapangan, dan bukan kebenaran yang normatif.
Ada beberapa jenis karya ilmiah yang biasa dibuat. Selain makalah dan skripsi, kita sering juga mendengar nama lain seperti laporan penelitian, tesis, dan disertasi. Istilah-istilah itu dipakai untuk memberi nama suatu karya tulis yang bersifat ilmiah. Semua jenis karya ilmiah selalu menyajikan suatu hasil kegiatan penelitian tentang suatu pokok masalah berdasarkan data dan fakta di lapangan.
Perbedaan istilah-istilah karya ilmiah itu adalah sebagai berikut;
  1. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah biasanya disusun untuk melengkapi tugas-tugas ujian mata kuliah tertentu atau untuk memberikan saran pemecahan tentang suatu masalah secara ilmiah. Jika dilihat bentuknya, makalah adalah bentuk yang paling sederhana di antara karya tulis ilmiah lainnya dan biasanya tujuan utama makalah untuk diterbitkan dalam suatu majalah.
  2. Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung (observasi kepustakaan). Skripsi biasanya ditulis untuk melengkapi syarat dalam memperoleh gelar sarjana muda/diploma atau sarjana dan penyusunannya dibimbing oleh seorang dosen atau tim yang ditunjuk oleh suatu lembaga pendidikan tinggi.
  3. Tesis adalah karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi. Tesis akan mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri. Karya tulis ini akan membahas pengujian terhadap suatu hipotesis sehingga tesis itu lebih membahas suatu pernyataan atau teori yang didukung oleh sejumlah argumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
  4. Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang akurat dan analisis yang terinci. Disertasi ini berisi suatu temuan penulisan sendiri, yang berupa temuan sendiri atau asli.
Ciri - Ciri Karya Ilmiah 
 
Pada suatu tulisan karya ilmiah tentunya memiliki ciri atau kriteria khusus yang membedakannya dengan tulisan - tulisan lainnya. Ciri dari suatu karya ilmiah tidak semua masalah perlu disajikan dalam sebuah penelitian. Masalah yang di pilih harus memenuhi empat kriteria, yaitu ; harus sesuai dengan minat peneliti, harus dapat dilaksanakan, harus tersedia faktor pendukung dan harus bermanfaat (Arikunto, 1999:26). Penelitian tidak akan dapat dilaksanakan apabila faktor pendukungnya tidak memadai, misalnya literatur yang menunjang, dana, waktu, sarana dan prasarana serta lain sebagainnya.
Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulisan, serta penggunaan bahasa. Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan dan terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutupan merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulisan tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal memiliki syarat adanya abstrak. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku. 

Tahapan - Tahapan Penulisan Karya Ilmiah

 

Pada penulisan karya ilmiah tentunya tidak semudah kita membuat catatan harian. Karya ilmiah memiliki tahapan atau langkah - langkah sebelum memulainya. Berikut ini adalah beberapa tahapan dalam penulisan karya ilmiah yaitu; 

1. Tahap Persiapan  
  •  Pemilihan Masalah/Topik, mempertimbangkan :
    - Harus berada disekitar kita, - Harus topik paling menarik perhatian, - Terpusat pada segi lingkup yang sempit dan terbatas, - Memiliki data dan fakta yang objektif, - Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya, meski pun serba sedikit, - Harus memiliki sumber acuan atau bahan kepustakaan yang dijadikan referensi.
  •  Pembatasan Topik/Penentuan Judul : - Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah, - Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah atau setelah penulisan karya ilmiah selesai, - Penentuan judul karya ilmiah : pertanyaan yang mengandung unsur 4W+1H yaitu What (apa), Why (mengapa), When (kapan), Where (dimana) dan How (bagaimana).
  • Pembuatan Kerangka Karangan (outline) : - Membimbing penyusun karya ilmiah, - Pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam penganalisisannya, - Pembuatan rencana daftar isi karya ilmiah.    
2. Tahap Pengumpulan Data 
  • Pencarian keterangan dari bahan bacaan atau referensi.
  •  Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah.
  • Pengamatan langsung (observasi) ke objek yang akan diteliti.
  • Percobaan di laboratorium atau pengujian di lapangan.
3. Tahap Pengorganisasian dan Pengonsepan 
  • Pengelompokan bahan, untuk mengorganisasikan bagian mana yang didahulukan dan mana yang termasuk bagian akhir. Data yang sudah terkumpul diseleksi dan dikelompokan sesuai jenis, sifat atau bentuk.
  • Pengonsepan karya ilmiah dilakukan sesuaidengan urutan dalam kerangka karangan yang telah ditetapkan.  
3. Tahap Pemeriksaan atau Penyuntingan Konsep (editing)
     Bertujuan untuk : 
  • Melengkapi yang kurang
  • Membuang yang kurang relevan
  • Menghindari penyajian yang berulang-ulang atau tumpang tindih (overlapping)
  • Menghindari pemakaian bahasa yang kurang efektif, misalnya dalam penulisan dan pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf, maupun penerapan kaidah ejaan.
3. Tahap Penyajian
     Teknik penyajian karya ilmiah harus memperhatikan :
  • Segi kerapian dan kebersihan
  • Tata letak (layout) unsur-unsur dalam format karya ilmiah, misalnya halaman muka (cover), halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka dan lain sebagainya.
  • Standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, misalnya standar penulisan kutipan, catatan kaki  (foot note), daftar pustaka dan penggunaan bahasa indonesia sesuai EYD.
  • Bagian inti karya ilmiah :    
           1. Bagian Pendahuluan
               a. Latar Belakang dan Masalah
               b. Tujuan Pembahasan
               c. Ruang Lingkup atau Pembatasan Masalah
               d. Asumsi, Hipotesis dan Kerangka Teori
               e. Sumber data
               f. Metode dan Teknik
           2. Bagian Analisis atau Pembahasan
           3. Bagian Simpul dan Saran   

Pada kesimpulannya Karya ilmiah adalah  tulisan hasil berpikir ilmiah. Ciri-ciri karya ilmiah tersebut haruslah menarik, objektif, sistematis dan lugas. Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karya tulis adalah kita harus menentukan topik, tema, dan tujuan penulisan, kita dapat merumuskan judul penulisan, dapat menyusun kerangka karangan, mengumpulkan bahan atau data dari berbagai sumber bacaan, serta dapat mengembangkan karya tulis tersebut.



 Sumber :  
  1.  Prof. Dr. E., Arifin, Zaenal. Dasar-Dasar Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta : Penerbit Grasindo.
  2. Drs. Joko Untoro dan Tim Guru Indonesia (2011). Target Nilai Rapor 10 Kpuas Tuntas Habis Semua Pelajaran SMP/MTS IX. Jakarta : Penerbit PT Wahyumedia. 
  3. http://dya08webmaster.blog.com/2012/04/20/karya-ilmiah-ciri-ciri-macam-macam-sikap-ilmiah/
  4.  http://tikknara.blogspot.com/2011/03/tahapan-penulisan-karya-ilmiah.html 

Kamis, 03 Januari 2013

Jokowi Minta Tanggul Jebol Segera Diperbaiki


Keadaan cuaca saat ini cukup ekstrem dimana sering terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang sehingga banyak meninmbulkan masalah. Keadaan ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya adalah pada daerah Ibu Kota Jakarta, hal ini tentu membuat lumpuhnya segala aktivitas warga Jakarta karena hujan lebat tersebut menimbulkan banjir. Jakarta adalah kota besar yang sering mengalami masalah ke banjiran dan pada baru - baru ini tanggul di kelurahan Makasar jebol sehingga merendam pemukiman tempat tinggal para warga. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau tanggul yang jebol itu, beliau memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki tanggul saluran Kali Cipinang yang jebol pada Jumat (21/12) dinihari. Tak hanya memperbaiki tanggul yang jebol itu, beliau juga meminta PU untuk meninjau dan memperbaiki tanggul - tanggul dan saluran lainnya. Hal ini diharapkan tidak ada lagi tanggul seperti di kelurahan makasar. "Ya saya suruh cek semualah nanti. Semua tanggul jangan seperti tanggul tadi, nggak ada tulang, nggak ada rangka. Nanti diterjang air gampang sekali jebol," kata Jokowi.
Pada kesempatan tersebut, selain meninjau tanggul yang jebol, Jokowi yang tiba di GOR Makasar sekitar pukul 23.30 WIB, sempat berkunjung dan berdialog dengan warga yang mengungsi. Jokowi juga memberikan dua ton beras, dan uang tunai sebanyak Rp. 10 Juta agar dapat digunakan oleh para pengungsi. Wali kota Jakarta Timur HR Krisdianto yang mendampingi Jokowi meninjau tanggul jebol juga mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menanggulangi bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Makasar.

Daftar Pustaka :
Kompas, 22 Desember 2012. "Banjir di Kelurahan Makasar". Halaman 7.


Pada tulisan di atas merupakan penggunaan "Kutipan Tidak Langsung" karena penulis mengutip tulisan dengan cara meringkas dari sebuah surat kabar.